Headline News

Surat Pedas Suriah kepada PBB: Israel Adalah Negara Teroris

Jum’at, 03 Oktober 2017 – 08.49 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Tel Aviv dan Damaskus berada dalam kondisi siap perang sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948. Kementerian Luar Negeri Suriah telah mengirim surat protes ke Dewan Keamanan PBB mengenai serangan udara Israel ke pabrik tembaga di daerah Hassia, provinsi Homs, Suriah, menurut dokumen kementerian yang diterbitkan pada hari Kamis.

Baca: WOW! Israel Akui Bashar Assad Pemenang Perang Suriah

“Agresi Israel.. menunjukkan bahwa pemerintah Israel tidak puas dengan terorisme terhadap populasi Arab di Palestina yang diduduki, Suriah dan Lebanon. Mereka ingin berperan sebagai agen resmi terorisme,” membaca dokumen kementerian tersebut, seperti dikutip oleh kantor berita SANA.

Pernyataan Damaskus datang sehari setelah seorang sumber layanan keamanan Lebanon mengatakan kepada Sputnik bahwa pesawat Israel telah melakukan serangan terhadap sasaran di Suriah dari wilayah udara Lebanon. Menurut sumber angkatan udara Suriah, divisi 72 tentara Suriah meluncurkan rudal darat ke udara ke pesawat Israel di provinsi Homs untuk menanggapi serangan udara tersebut.

Baca: Menlu Suriah di PBB: Kami Berhasil Lawan Teroris Dukungan Barat dan Israel

Suriah dan Israel, yang dalam keadaan siap perang selama berpuluh-puluh tahun dengan sebuah perjanjian damai yang tidak pernah ditandatangani, telah berulang kali terlibat dalam saling serang, yang berlangsung pada tanggal 21 Oktober, ketika IDF menargetkan artileri Suriah dalam menanggapi dugaan penembakan ke wilayah Dataran Tinggi Golan yang disengketakan, yang disita oleh Israel selama Perang Enam Hari pada tahun 1967, yang mendorong penghukuman masyarakat internasional.

Baca: Zionis Israel Danai Pemberontak Suriah

Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah IDF menyerang sebuah perangkat pertahanan udara Suriah dekat Damaskus sebagai pembalasan atas dugaan pemboman sebuah jet Israel yang melakukan “misi pengintaian rutin di wilayah udara Lebanon.” Namun, menurut Damaskus, pesawat Israel tersebut melanggar wilayah udara Suriah dan oleh karena itu diserang oleh sistem pertahanannya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Tel Aviv akan terus melakukan serangan udara terhadap sasaran di Suriah, dengan mengatakan bahwa IDF akan melakukan operasi militer jika data intelijen mengkonfirmasikan transfer senjata yang direncanakan dan jika misi tersebut “layak secara operasional.” (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: