Headline News

SUPRRISE! Putin Kunjungi Pangkalan Militer Hmeimim Suriah dan Temui Assad

Selasa, 12 Desember 2017 – 06.40 WIb,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan Rusia untuk mulai menarik diri dari Suriah dalam sebuah kunjungan mendadak ke negara Arab Suriah, kantor berita RIA Novosti melaporkan.

Baca: LUCU! AS Enggan Tarik Pasukannya dari Suriah Karena ISIS Belum Kalah

Putin mengunjungi pangkalan udara Hmeimim di provinsi Latakia pada hari Senin dan juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Suriah Bashar Assad. “Saya memerintahkan menteri pertahanan dan kepala staf umum untuk mulai menarik pasukan Rusia ke basis permanen mereka,” RIA mengutipnya.

“Saya telah mengambil keputusan: bagian penting dari kontingen pasukan Rusia yang berada di Suriah akan kembali ke Rusia,” tambah Putin. Pemimpin Rusia mengucapkan selamat kepada para tentaranya atas kekalahan ISIS di Suriah, dengan mengatakan bahwa ancaman terorisme Takfiri telah dihapus di negara ini.

Baca: Sukses Kalahkan ISIS, Rusia Persiapkan Penarikan Militer dari Suriah

“Tugas untuk melawan para bandit bersenjata di Suriah, sebuah tugas yang sangat penting untuk dipecahkan dengan bantuan penggunaan ekstensif angkatan bersenjata, sebagian besar telah diselesaikan dan dipecahkan secara spektakuler,” kata Putin.

“Saya mengucapkan selamat kepada Anda!,” katanya kepada tentara Rusia yang berkumpul di markas, dimana dia juga bertemu dengan presiden Suriah. Putin menekankan bahwa Moskow akan menjaga pangkalan udara Hmeimim di Latakia dan juga fasilitas angkatan laut Rusia di pelabuhan Tartous, Suriah “secara permanen”.

Putin membuat persinggahan dalam perjalanan ke Mesir dimana dia tiba pada Senin malam. Sejak September 2016, Moskow telah menargetkan posisi ISIS dan kelompok militan lainnya atas permintaan resmi dari pemerintah Damaskus.

Baca: Rusia Tuntut Revisi Aturan PBB Terkait Operasi Kemanusiaan Berbahaya di Suriah

Keputusan Putin pada hari Senin datang beberapa hari setelah dia mengumumkan “kemenangan penuh” atas ISIS di kedua tepi Sungai Efrat, saat dia menekankan pentingnya beralih ke proses politik untuk mengakhiri krisis di negara Arab Suriah.

Sementara AS telah mendirikan lebih dari selusin pangkalan militer di Suriah tanpa persetujuan Damaskus atau sebuah mandat PBB, mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk tinggal tanpa batas waktu. “Kami tidak akan pergi begitu saja,” kata Menteri Pertahanan AS Jim Mattis baru-baru ini.

Sejak September 2014, AS telah melakukan pemboman terhadap apa yang mereka sebut sebagai posisi ISIS di Suriah. Pemerintah di Damaskus mengatakan bahwa serangan udara koalisi pimpinan AS telah menghancurkan infrastruktur Suriah dan merenggut nyawa banyak warga sipil tanpa mengurangi kemampuan para teroris. Washington juga membantu beberapa kelompok militan yang semakin menimbulkan tantangan bagi pemerintah Suriah. (SFA)

Sumber: PTV

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Rusia Aktifkan Sirine Pertahanan Udara Hmeimem | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: