Fokus

Sumanto Al-Qurtuby: Waspadai Gerakan Kelompok “Islam Sontoloyo”

Kamis, 04 Mei 2017 – 12.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Prof Sumanto Al-Qurtuby mengeluarkan uneg-unegnya tentang gerakan kelompok “Islam Sontoloyo” yang semakin merajalela di NKRI, berikut tulisannya:

Akhir-akhir ini mulai beredar luas di kalangan masyarakat desas-desus, rumor, kampanye, dan propaganda tentang Indonesia sebagai “rumah Islam” karena diperjuangkan oleh umat Islam. (Baca: Sumanto Al-Qurtuby: Menjaga Indonesia sebagai “Rumah Bersama”)

Lucunya, ormas-ormas Islam yang paling kenceng menyuarakan ini adalah ormas-ormas pendatang baru (sebagian adalah “ormas impor”) yang tidak memiliki kontribusi sejarah apapun bagi pendirian Republik ini, bukan ormas-ormas Islam yang lahir pada pra-kemerdekaan yang turut memperjuangkan Republik Indonesia.

Mereka sejatinya adalah para “penumpang gelap” kapal bernama Indonesia ini. Sejatinya, mereka adalah gerombolan ormas “upil-kere” atau, meminjam istilah Bung Karno, “Islam sontoloyo” yang memanfaatkan keluguan massa Muslim dan jamaah Mamat-Mimin.

Sebenarnya, mereka mempropagandakan itu untuk mengeruk keuntungan bagi kelompok Islamnya saja, bukan bagi kepentingan umat Islam Indonesia pada umumnya. Sebetulnya, mereka melakukan kampanye bodong itu hanya sebagai jalan saja untuk menguasai politik-ekonomi negeri ini. (Baca: Prof Sumanto Al-Qurtuby: Konsep Negara KHILAFAH Bukan Produk Tuhan)

Waspadalah!

Tidak bisa dipungkiri, umat Islam memang memiliki kontribusi besar bagi pendirian negeri ini. Tetapi bukan berarti umat agama lain tidak memiliki kontribusi apapun bagi bangsa dan negara ini.

Seperti yang sudah sering saya tulis, umat non-Muslim turut menyumbangkan tenaga, harta, dan nyawa buat Republik ini. Para tokoh non-Muslim turut membidani lahirnya Pancasila dan Konstisusi UUD 1945. Para tokoh non-Muslim turut menyiapkan dan mengantarkan kemerdekaan bagi bangsa dan negara ini. Para tokoh non-Muslim turut merumuskan fondasi kebangsaan dan kenegaraan negara-bangsa ini.

Indonesia adalah “rumah bersama” bagi semua kelompok etnis dan agama. Indonesia adalah milik Muslim dan non-Muslim. Ibarat kapal, Muslim dan non-Muslim adalah penumpangnya. Tidak ada mayoritas-minoritas dalam rumah atau kapal bernama “Indonesia” ini. Semua memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, merawat, dan mempertahankan Republik ini dari berbagai upaya rongrongan kelompok upil-kere dan kaum sontoloyo, baik yang mengatasnamakan Islam, komunisme, dlsb, yang mencoba membajak kapal dan merampok rumah bernama “Republik Indonesia” ini. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Sumanto Al-Qurtuby

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: