Fokus

Sumanto Al-Qurtuby: Mengapa Saya Pro-Ahok?

Rabu, 29 Maret 2017 – 10.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Sumanto Al-Qurtuby dalam akun facebooknya menulis sebelumnya tentang ada enam kelompok Cheerleader pendukung Anies-Sandi, karena banyaknya hujatan dan umpatan dan sindiran sinis kepadanya dia dituduh pro Ahok, inilah jawaban Sumanto Al-Qurtuby dalam akun facebooknya:

Maaf ya saudara/saudari jamaah pesbuk yang budiman dan budiwati. Anda jangan salah paham dan “tegang” dulu. Saya mendukung Ahok bukan karena ia non-Muslim, tapir, aseng, dlsb. Sama sekali bukan. Tapi karena rekam jejak, prestasi, dan kinerjanya yang menurutku sangat mampu untuk memimpin Jakarta dan membawa ibukota Indonesia ini menjadi lebih maju, modern, dan “oye” (bukan “oce”) di masa mendatang. (Baca: Yusuf Muhammad: Inilah Bukti Ahok-Djarot Peduli Warga DKI Jakarta)

Saya memang bukan warga Jakarta dan karena itu tidak akan ikut memilih paslon Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. Tetapi saya warga Negara Indonesia, dan Jakarta adalah ibukota Indonesia yang tentunya bukan hanya milik orang-orang Jakarta saja tetapi semua warga negara Indonesia ini dari Sabang sampai Merauke (termasuk saya tentunya). Oleh karena itu, saya merasa berhak untuk memberi sumbangan ide dan pemikiran agar Jakarta menjadi lebih yahud (tanpa “i”) di masa mendatang, meskipun sebetulnya saya jarang menginjakkan kaki di Jakarta dan baru sekali saja lihat TMII he he karena lama di Semarang, Amerika, dan kini Saudi. (Baca: Denny Siregar: Ahok Pintu Masuk Kelompok Radikal yang Ingin Suriahkan Indonesia)

Perlu juga Anda ketahui, saya bukan tim sukses Ahok. Saya bukan penasehat politik Ahok. Saya bahkan tidak kenal dan tidak pernah ketemu dengan Ahok. Oleh karena itu lucu dan wagu sekali dan “sungguh terlalu” serta pitnah belaka kalau Anda menuduhku telah mendapat bayaran dari Ahok.

Saya memang bukan orang kaya, tetapi saya bukan orang miskin (selain miskin ilmu). Saya bukan tipe orang yang kemaruk harta dan jabatan. Yang membuatku bahagia bukan harta dan jabatan tapi nonton film komedi he he. Penilaianku tentang Ahok itu murni sebagai pengamat dan akademisi. Anda tentu saja boleh memiliki penilaian dan pengamatan yang berbeda denganku. Silakan saja. Sah-sah saja. Tak ape. Tak ade masalah tak iye. (Baca: Eko Kuntadhi: Virus Ahok Merajalela)

Bukti bahwa saya mendukung Ahok bukan karena ia seorang “aseng” (China”) dan “kapir” (non-Muslim) gampang sekali. Coba Eddy Tansil alias Tan Tjoe Hong suruh nyalon ikut kontes Pilkadal, nanti saya akan siapkan “bom panci” untuk si gemblung satu ini he he. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: