Fokus

Studi: 100 Ribu Serangan Saudi Sejak Perang Yaman

Kondisi Mengenaskan Yaman
Kondisi Mengenaskan Yaman

YAMAN – Institut Reuters untuk Studi Keamanan Nasional pada hari Rabu, mengungkap bahwa Arab Saudi telah melakukan lebih dari 100.000 serangan ke Yaman sejak awal agresinya pada Maret 2015, dan memperjelas Arab Saudi dan UAE ingin membuat rakyat Yaman hidup dalam kesengsaraan dan terancam kematian, seperti dilansir Almaalomah (18/07).

Baca: Pidato Pedas Houthi: Saudi-UEA Diperbudak AS-Israel Untuk Hancurkan Yaman

Daniel Byman dalam sebuah artikel di blog Institutnya mengatakan bahwa “serangan Riyadh baru-baru ini di Yaman, dimulai pada tahun 2015 untuk menyingkirkan Houthi, dan bahwa Emirat tidak mencegah rekannya di Riyadh dari jalan bahaya ini, justru mengikuti mereka ke dalam rawa yang sama.”

Dia menambahkan bahwa “Arab Saudi sudah terbiasa untuk campur tangan di Yaman sejak awal sejarah dari negara Saudi, meliputi konflik perbatasan yang meletus antara kedua negara pada tahun 1934, dan terulang lagi pada pertengahan tahun sembilan puluhan sampai dengan penandatanganan perjanjian definitif untuk demarkasi perbatasan antara kedua negara pada tahun 2000”.

Baca: Terbongkarnya Kejahatan Saudi di Yaman

“Setelah serangan Saudi-Emirat di Yaman tampak membuat kemajuan di berbagai bidang, kemajuan mulai melambat dan kemudian tersendat dan berhenti total. Namun, pasukan yang didukung Uni Emirat Arab dan Saudi mencoba untuk pindah ke daerah-daerah yang dekat dengan pendukung Houthi. Tetapi angan-angan Saudi untuk meraih kemenangan yang cepat, telah berubah menjadi ilusi.”

Baca: The Independent Bongkar Biro Iklan AS 80 Tahun Tutupi Kejahatan Saudi dan Amerika

Daniel Byman juga mengatakan: “Riyadh meluncurkan lebih dari 100 ribu serangan udara selama tiga tahun terakhir dan telah menghabiskan miliaran dolar per bulan untuk perang di Yaman. Sebagian besar serangan udara aliansi Arab Saudi difokuskan untuk menghancurkan infrastruktur Yaman, menewaskan ribuan warga sipil. Tetapi Houthi tetap koheren sejauh ini, sementara faksi-faksi yang bertikai beralih kesetiaan, dan Houthi berhasil membunuh Saleh setelah ia mulai kembali ke aliansi Arab Saudi pada 2017”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: