Editorial

Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan

Salafynews.com, JAKARTA – Siapa saja yang kritik Wahabi, gerakan radikal dan teroris mereka akan memberikan label Syiah, maka ‘Syiah’ adalah senjata ampuh kaum Wahabi untuk mengadu domba umat Islam guna untuk menutupi kejahatannya. (Baca Wahabi Semakin Berani, Menjawab Tuduhan Jonru Wahabi Atas Qurais Shihab)

Waspada Dengan Teroris di Sekitar Anda

Musuh orang-orang Wahabi sejak dahulu sampai sekarang adalah orang Islam yang faqih dan ‘Aalim tentang Al-Quran dan As-Sunnah.

Merekalah yang mampu berhujjah sempurna untuk mendebat, menundukkan kebohongan dan kelicikan mereka terhadap pemalsuan ayat ayat dan hadis Rasulullah shallalahu alaihi wa salam. (Baca Wahabi, Radikalisme Diantara ISIS dan ATHEIS)

Kelompok Wahabi, Radikal dan Teroris Anti Nasionalisme

Orang-orang Wahabi bertekuk lutut dan takluk dalam menghadapi kehebatan dan kecerdasan hujjah-hujjah mereka, yaitu para ulama Aswaja.

Dari sinilah mereka mencari cari cara bagaimana mengadakan serangan dan membalas kekalahan hujjah keji mereka.

Merekapun mendapatkan senjata ampuh dengan memberi label bahwa siapa saja yang mengkritik mereka berarti dia adalah ‘Syiah’. Lalu mereka menyebut satu persatu tokoh Aswaja seperti: KH Aqil Siradj (Ketum PBNU), KH Muhyidin MUI (Anggota MUI), Prof Quraish Shihab, Dr. Umar Syahab, Mentri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Mereka men-Syiahkan ulama-ulama Aswaja sehingga gerakan para ulama itu terhambat. (Baca Kau Syiah kan Ulama Sunni, Kau Sunni kan Ulama Wahabi)

Kemudian kelompok Wahabi, radikal dan teroris mulai mengadu domba antara umat Islam yang mereka sebut berfahaman Aswaja dan Syiah. Aswaja adalah umat Islam yang berqunut, tidak melarang tahlilan, shalawatan dan Mauludan. (Baca Jangan Suntikkan Racun “JONRU” Wahabi Ke Islam Nusantaraku)

Sedangkan ciri Wahabi adalah golongan yang anti tahlilan dan kenduri, anti qunut dan zikir keras ba’da sholat wajib, anti barzanji dan sholawatan, anti rajaban. Orang wahabi adalah orang yang memakai celana cingkrang, jenggotan,  dan lain lain. (Baca Islam Nusantara Islam Yang Menyatu Dengan Budaya dan Tradisi)

Rakyat Aceh Tolak wahabi

Tidak berhenti di situ, kelompok Wahabi, radikal dan teroris melakukan gerakan nasional dan membentuk sistem Khilafah, mereka berdalih apa yang mereka perjuangkan adalah sebuah bentuk Jihad dan menegakkan agama Islam, namun pada hakikatnya mereka adalah kelompok manusia yang tak mengerti agama, mereka adalah kelompok yang suka mencaci-maki dan suka mengkafirkan orang lain, mereka bersembunyi dibalik Islam hanya untuk menutupi kekurangannya, mereka menganggap jihad sebagai amalan wajib padahal mereka berjuang hanya untuk meraup upah dan pundi-pundi harta, Wahabi adalah sebuah gerombolan kelompok sekte Neo-Khawarij dan pemuja Nabi Palsu Musailamah al-Kadzhab. (Baca Menelisik Orientasi Beragama di Indonesia)

Keyakinan adalah hak pribadi seseorang, surga-neraka, amal ibadah adalah urusan pribadi bukan urusan komunal. Kenapa mereka getol sekali bak satpam ‘Tuhan’ membawakan Qur’an dan Sunnah sebagai senjata dakwah mereka dengan cara yang keluar dari Islam, padahal Tuhan tidak butuh pencitraan, Tuhan tidak butuh semuanya, lalu mereka ini menyuarakan suara siapa?

Itulah kelicikan Wahabi, mereka ingin memadamkan cahaya Quran dan Sunnah dengan melabelkan orang lain Syiah, dan menutup kekafiran Wahabi. (Baca Mantan Wasekjen PBNU: Parade Tauhid Bentuk Propaganda Soft Gerakan Radikal dirikan Negara Khilafah)

Ulama Aswaja berkata: Kita ahlisunnah wal jamaah jangan sampe dipecah belah oleh isu sektarian oleh Wahabi, Aswaja harus berhati-hati dengan Wahabi karena Wahabi lebih berbahaya dari teroris. (Baca Wahabi Adalah ISIS, ISIS Bukan Aswaja)

Dampak negatifnya ulama Islam dan para ustad kita disibukkan oleh isu pertikaian Sektarian dan melupakan persatuan, akhirnya mereka melupakan untuk mempereteli Wahabi yang merupakan ancaman Islam sepanjang masa.

Wahai para ulama Islam janganlah terus tertipu dan ditipu oleh kaum Wahabi dan kelompok radikal yang mengadu domba sesama umat Islam, tanpa kita sadari.

Umat Islam oleh kelompok Wahabi, radikal dan teroris ini dijauhkan dari kebudayaan dan peradaban Islam, bahkan mereka menganggap Walisongo adalah sebuah cerita fiksi, makam-makam para wali adalah kuburan dan batu nisan yang tak ada nilai sejarahnya, mereka juga anggap semua hal yang tidak ada dalam zaman Nabi adalah bid’ah, padahal dalam ajaran Aswaja ada ijtihad yang menjelaskan rincian realitas kehidupan, dan kita hanya disibukkan dengan urusan sektarian saja. (Baca Aliran Sesat Wahabi Bantai Muslimin dan Madzhab Islam Yang Sah)

Umat Islam ditipu oleh kelompok Wahabi, radikal dan teroris dengan mengangkat isu sektarian. Kelompok Wahabi, teroros dan radikallah yang mempopulerkan isu ini dan membenturkan sesama kaum muslimin. Kemudian mereka berkata Syiah membunuh Sunni atau sebaliknya. Dan meraka menganggap dirinya adalah bagian dari Aswaja padahal mereka adalah tidak dapat pengakuan dari Islam atau agama manapun. (SFA/MM)

4 Comments

4 Comments

  1. Pingback: Catherine Sakdham: Ada Tangan Wahabi Saudi di Balik Pembantaian Muslim Nigeria | SALAFY NEWS

  2. Pingback: SATIRE.. Sumanto Al Qurtuby: Konde dan Tingkah-Polah Kaum Muslim “Unyu-Unyu” | SALAFY NEWS

  3. Pingback: Siasat Kelompok Dan Media Radikal, Syiahkan Dan Liberalkan Ulama Aswaja | SALAFY NEWS

  4. Pingback: Ketua Federasi Sufi Mesir: Wahabi Adalah Ideologi Para Pembantai Muslimin | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: