Fokus

Sri Mulyani Kejar dan Tagih Pajak Google

Sabtu, 17 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan dalam kabinet kerja pemerintahan Jokowi Sri Mulyani Indrawati akan terus mengejar kewajiban pajak yang seharusnya dibayarkan oleh raksasa Google Asia Pacific Pte Ltd. Sebab, perusahaan teknologi raksasa dunia ini menolak untuk diperiksa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atas tudingan tidak pernah membayar pajak. (Baca: Denny Siregar: Perang Baratayuda, Indonesia VS Singapura)

Berbagai cara akan ditempuh oleh Menkeu Sri Mulyani untuk mengejar Google, hingga menempuh jalur peradilan internasional.

“Tentu WP bisa melakukan argumen berbeda, tapi ini RI dan kami memiliki UU Perpajakan. Dan kalau ada suatu perbedaan tentu kami bisa melakukan secara bilateral atau mekanisme peradilan perpajakan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (16/9/2016). (Baca: Denny Siregar: Paham “Instanisme” Baru di Indonesia)

Dalam ketentuan di Indonesia penyedia layanan Internet itu berbentuk yang pertama adalah perorangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau badan usaha Indonesia yang berbadan hukum atau tidak.

Kedua adalah penyedia layanan internet, dapat disediakan oleh perorangan dan badan usaha asing dengan ketentuan wajib pendirian BUT yang berdasarkan aturan perpajakan.

“Kegiatan yang ada di Indonesia diharapkan membentuk yang disebut BUT, itu akan menyebabkan bahwa aktivitas ekonomi mereka merupakan objek pajak di Indonesia,” tegasnya. (SFA)

Gabung Telegram : https:[email protected]_News

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: