Umum

Sniper Teroris Cegah Warga Sipil Tinggalkan Ghouta Timur

Kamis, 01 Maret 2018 – 07.30 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Dua hari berturut-turut kelompok teroris di Ghouta Timur terus menembak warga sipil untuk mencegah mereka keluar dari kota yang diperangi selama masa gencatan senjata.

Kelompok teroris telah mengerahkan penembak jitu di dekat koridor yang telah ditentukan oleh pemerintah Suriah untuk mengevakuasi warga sipil ke luar dari kota. Sniper teroris menembaki siapa saja yang berniat meninggalkan Ghouta Timur ke wilayah yang lebih aman.

Baca: BIADAB! Teroris Serang Konvoi Evakuasi Warga Ghouta Timur

Koridor kemanusiaan di kamp al-Wafedin didirikan untuk digunakan oleh warga sipil selama gencatan senjata harian lima jam.

Tentara Suriah menyatakan bahwa mereka telah menyediakan semua cadangan logistik yang diperlukan untuk pengalihan warga sipil melalui koridor. Para teroris juga telah menembaki konvoi tentara Suriah yang bertugas memindahkan warga sipil yang berhasil melewati jalur aman.

Sementara itu, sumber lokal melaporkan bahwa para teroris melakukan sembilan serangan roket dan mortir di wilayah Dhahiya al-Assad, Harasta, Damaskus Timur. Mereka menambahkan bahwa daerah-daerah di dekat koridor kemanusiaan kamp al-Wafedin berada di bawah serangan mortir.

Baca: Menlu Rusia: Cerita Palsu Serangan Kimia di Ghouta Timur

Kantor berita SANA melaporkan pada hari Selasa bahwa Jabhat Al-Nusra dan kelompok teroris lainnya, dalam sebuah langkah yang relevan, menggebrak sebuah koridor aman yang dibuka untuk evakuasi warga sipil ke kamp al-Wafedin di Ghouta Timur dalam lima serangan roket dan mortir.

Laporan itu juga menambahkan bahwa para teroris menyerang untuk mencegah mereka meninggalkan wilayah tersebut dan menggunakannya sebagai tameng manusia. Pejabat Suriah bersama dengan Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah mulai melengkapi wilayah al-Wafedin setelah gencatan senjata harian dimulai untuk dijadikan sebagai koridor keluar yang aman.

Seluruh urusan logistik telah disiapkan untuk menyambut warga sipil yang melarikan diri, memindahkan mereka ke pusat Dowayer dan memberikan layanan kemanusiaan.

Baca: Analis Kritisi Laporan Media Terkait Propaganda Busuk Media Barat di Ghouta Timur

Sementara itu, Jenderal Rusia Viktor Pankov mengatakan bahwa warga sipil tidak dapat meninggalkan Ghouta Timur karena koridor kemanusiaan telah diserang oleh militan.

“Pada pukul 9 pagi pada tanggal 27 Februari, sebuah koridor kemanusiaan dibuka untuk membebaskan warga sipil dari zona de-eskalasi. Saat ini, militan meluncurkan tembakan keras dan tidak ada satu orang sipil yang keluar,” kata jenderal tersebut kepada wartawan. (SFA/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: