Fokus

SMS Buya Syafii Maarif Kepada Kapolri: Negara Tak Boleh Kalah

Sabtu, 08 April 2017 – 12.08 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia saat ini tengah terjadi gempa politik yang sarat dengan politisasi agama, hal ini tentu sangat berbahaya bagi kedaulatan NKRI, meskipun ormas NU dan Muhammadiyah tetap teguh membentengi NKRI dari gerakan makar khilafah dan kelompok radikal.

Salah satu tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tak ingin negara terpecah belah. Pria yang akrab disapa Buya Syafii itu mengaku pernah mengirim pesan singkat kepada Kapolri agar negara tidak boleh kalah. (Baca: Buku Agama Islam SMA Ajarkan Radikalisme, Buya : Islam Indonesia Bukan Wahabi)

“Berkembang suatu teologi memonopoli kebenaran. Di luar kami adalah haram. Saya beberapa kali kirim SMS kepada Kapolri, negara tidak boleh kalah,” ujar Buya pada sambutannya dalam ‘Seminar dan Lokakarya ‘Indonesia di Persimpangan Negara Pancasila Vs Negara Agama’ di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4/2017).

Buya mempertanyakan apakah masyarakat serius mempertahankan bangsa. Menurut dia, rasa untuk membela bangsa harus datang dari dalam hati.

“Pertanyaan saya, jujur nggak kita membela bangsa ini? Sungguh nggak dia membela bangsa ini? Harus datang dari hati,” tuturnya. (Baca: Buya Syafii Maarif: Gejala Ahok Akibat Gagalnya Parpol Islam Melahirkan Pemimpin)

Buya berpandangan bahwa pembela Pancasila saat ini jumlahnya kecil. Ia berharap aparat melihat hal itu dengan jeli. Ia pun menyinggung politisi Senayan yang sulit untuk diubah perilakunya.

Selain Buya, acara yang dinisiasi ICRP (Indonesian Conference on Religions for Peace) ini dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jimly Ashiddiqie, PBNU, dan PP Muhammadiyah. (SFA)

Sumber: DetikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: