Nasional

Smart Ide Jokowi Pilih Calon Kapolri “Komjen Tito Karnavian”

KOMJEN TITO KARNAVIAN

Kamis, 16 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Jokowi telah menentukan Komjen Tito Karnavian Sebagai calon tunggal Kapolri, para pegiat sosial mediapun serta merta memberikan apresiasinya kepada Jokowi yang telah memilihnya, salah satu pegiat sosial media Yusuf Muhammad tak lupa menulis di akun facebooknya dengan judul “PERMAINAN INDAH JOKOWI PILIH CALON KAPOLRI”. Siapa yang tak kenal dengan Tito Karnavian? Pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 yang mulai dikenal luas setelah memimpin Tim Kobra tahun 2001 yang bertugas menangkap putra mendiang Presiden kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Penangkapan Tommy saat itu terkait pembunuhan Hakim Agung Safiuddin Kartasasmita. Tito saat itu menjabat Kepala Satuan Reserse Umum dengan pangkat Ajun Komisaris Besar dengan memiliki 23 anggota.

Sepak terjang Tito Karnavian berlanjut pada Januari 2007 ketika dia yang masuk tim Densus 88 Antiteror membongkar konflik teroris di Poso dan meringkus sejumlah pihak yang terlibat. Bahkan pada tahun 2009 Tito bergabung dalam tim penumpasan jaringan terorisme pimpinan Noordin M.Top. (Baca: Denny Siregar dan Jagoan Baru Presiden Jokowi di Polri “Tito Karnavian”)

Kenaikan pangkat terakhir yang luar terlihat ketika Tito hanya menjabat delapan bulan sebagai Kapolda Metro Jaya sejak Juni 2015 hingga Maret 2016, dan langsung dipromosikan sebagai Kepala BNPT.

Tito dikenal bersih karena tidak tersandung kasus rekening gendut dan korupsi. Ia juga sebagai calon tunggal orang nomor satu termuda di Korps Bhayangkara yang dipilih oleh Presiden Jokowi.

Mengapa Jokowi pilih calon tunggal Tito Karnavian?

Semua ini adalah bagian dari Revolusi mental di tubuh institusi Polri. Pemotongan genersai adalah cara smart ala Jokowi untuk membersihkan “kotoran” di satuan korps Bayangkara itu.

Hal ini juga membuktikan bahwa Jokowi itu KOPPIG sejati, tidak ada kompromi. Penunjukan Tito sebagai calon Kapolri tunggal semata-mata hanya untuk kepentingan Negara, bukan untuk siapa dulu yang mengusungnya.

Hampir sepuluh fraksi di DPR menyetujui Tito sebagai Kapolri, bahkan Budi Waseso juga sudah menyatakan mendukung pak Tito sebagai Kapolri setelah ditunjuk oleh Jokowi sebagai calon tunggal.

Nah, tinggal tunggu BG. Setelah sebelumnya gagal menjadi Kapolri, nampaknya kali ini harus gigit jari lagi. apakah BG akan mengadu pada “tuan putri?” (Baca: Kepala BNPT: Densus 88 Tugas Untuk Bela NKRI, Jangan Dilemahkan)

Silahkan saja mengadu, Jokowi akan tetap pada pendirianya dan bermain dengan sangat indah.

Teringat kata Ahok di acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, “Bisa saja nanti serah terima Pak Tito menjadi Kapolri. Kami doakan dan aminkan”. Wah sepertinya do’a Ahok akan manjur juga nih. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: