Amerika

Situs AS: Tujuan AS di Irak & Suriah Bukan Perangi Teroris Tapi Kuasai Minyak

Selasa, 20 Juni 2017 – 04.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Sebuah laporan dari situs Counter Bing AS pada hari Senin (19/06) mengungkapkan bahwa tujuan strategi Washington di Irak dan Suriah bukanlah untuk memerangi terorisme sebagaimana yang diklaim pemerintah AS namun untuk memperkuat hegemoni AS di kawasan Timur tengah yang kaya minyak. (Baca: Dukungan AS Terhadap ISIS Untuk Pertahankan Hegemoni di Timur Tengah)

Laporan yang diterjemahkan kantor berita Al Maalomah ini menyebutkan bahwa “kemajuan tentara Suriah di sepanjang perbatasan selatan Suriah dengan Irak dan sampainya tentara Suriah untuk pertama kalinya sejak tiga tahun ke wilayah ini telah menghalangi Washington dalam mencapai tujuan strategis yang lebih luas dalam memperkuat keuntungan regionalnya di sepanjang sungai Eufrat, di mana Washington ingin menguasai bagian timur Suriah untuk melanjutkan serangannya dan mengawasi perluasan pipa gas dari Qatar ke Turki”. (Baca: ISIS Predator Ciptaan Saudi-Israel Untuk Acak-acak Timur Tengah dan Islam)

Laporan ini menyebutkan bahwa “Washington telah mengizinkan pasukan yang setia kepadanya untuk merebut sejumlah wilayah dan membagi kepada antek-anteknya di wilayah tersebut dan membuat daerah konflik untuk mencegah terwujudnya perlintasan yang menghubungkan Damaskus, Baghdad dan Teheran melalui jalur cepat untuk mengangkut barang-barang komersial, orang-orang dan senjata antara timur dan barat dan Washington ingin mencegah hal ini meskipun harus membayar dengan harga berapapun. Akan tetapi Washington tidak siap membalasnya karena setiap upaya perlawanan akan membalikkan keadaan dan melibatkan tentara Suriah sama saja dengan meningkatkan kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia karena setiap kesalahan perhitungan AS akan menyebabkan konsekuensi serius”. (Baca: Runtuhnya Kekuasaan Amerika di Dalam dan Luar Negeri)

Laporan tersebut mencatat bahwa “AS sedang mencoba merebut sejumlah besar wilayah sebelum kekalahan ISIS dan antek-anteknya dan pertempuran yang berlangsung di sana mengungkapkan impikasi geopolitik dan resikonya. Dijelaskan bahwa “markas kelompok-kelompok ISIS yang terakhir bukanlah berada di kota Raqqah namun akan ada di suatu wilayah di perbatasan bersama Irak-Yordania-Suriah dan kaya akan minyak, yang memainkan peran dalam stabilitas Suriah dan berdampak pada negara-negara tetangga”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: