Eropa

Siswi Muslimah Kanada Diteror Ternyata HOAX

Rabu, 17 Januari 2018 – 20.15 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KANADA – Polisi Toronto telah mengkonfirmasi bahwa dugaan teror gunting jilbab seorang siswi, yang telah memicu kemarahan luas termasuk kecaman publik oleh Perdana Menteri Justin Trudeau, adalah hoax.

Baca: MENGHARUKAN! Saat PM Kanada Peluk Bayi Suriah yang Bernama Justin Trudeau

Gadis berusia 11 tahun, Jumat (12/01/2018), yang mengaku diserang dua kali oleh seorang pria yang mencoba menggunting jilbabnya saat dia berjalan ke sekolah bersama kakaknya. Polisi mengatakan penyelidikan tersebut sekarang ditutup dan “kejadian yang digambarkan dalam siaran pers, pada dasarnya tidak pernah terjadi.” Masih belum jelas mengapa gadis tersebut melaporkan peristiwa hoax tersebut.

Kisah tersebut menarik perhatian nasional dan dikecam oleh Perdana Menteri Trudeau, Perdana Menteri Ontario Kathleen Wynne dan Walikota Toronto John Tory.

Walikota menanggapi klarifikasi bahwa kejadian tersebut tidak pernah terjadi dengan mengatakan, “Perlu untuk diketahui bahwa kejadian ini tidak pernah terjadi. Kita semua harus tetap waspada dalam perang melawan kebencian, rasisme, kefanatikan, anti-Semitisme dan Islamofobia untuk memastikan kota kita tetap menjadi tempat yang inklusif.”

Baca: Pria Tak Dikenal Serang Masjid Montreal Kanada

Polisi mengatakan kepada CBC News bahwa gadis yang melaporkan kejadian tersebut tidak akan menghadapi konsekuensi hukum apapun. “Tuduhan ini sangat serius dan tidak mengherankan, mereka mendapat perhatian nasional dan internasional,” juru bicara polisi Mark Pugash mengatakan dalam sebuah wawancara.

Dia menambahkan bahwa “sangat tidak biasa” bagi seseorang untuk membuat kabar palsu seperti ini dan mengatakan bahwa dia berharap ini tidak akan membuat orang lain terpancing. Sekolah gadis itu, Pauline Johnson Junior Public School di Scarborough, menghubungi polisi setelah dia menceritakan kejadian tersebut kepada mereka. Dewan Sekolah Distrik Toronto kemudian menempatkannya di hadapan media pada hari Jumat untuk menceritakan masalahnya.

Dewan sekolah mengeluarkan sebuah rilis pada Senin, dengan mengatakan bahwa senang kejadian tersebut tidak benar-benar terjadi, dan menambahkan bahwa hal itu tidak akan dikomentari lebih lanjut. (SFA)

Sumber: RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: