Internasional

Siasat Licik Israel Rayu Rusia Tendang Iran dari Suriah

Netanyahu dan Vladimir Putin
Netanyahu With Putin

ISRAEL – Sebuah sumber di pemerintahan Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya tidak berniat mengancam Presiden Bashar Assad di Suriah, seperti dilansir Sputniknews (13/07).

Baca: Ulama Saudi Serukan Beli Produk Israel: “Israel Lebih Utama dari Iran”

Netanyahu mengatakan “Kami tidak akan melakukan apapun terhadap rezim Assad, tetapi kami ingin Moskow bekerjasama dalam menanggapi penarikan pasukan Iran dari Suriah”. Dan jika hal tersebut tidak dilakukan maka kami menyimpulkan tiga hal:

  1. Otoritas Republik Islam Iran di wilayah tersebut
  2. Ketakutan Zionis terhadap Iran
  3. Keberhasilan Front Perlawanan atas teroris selama beberapa tahun terakhir

Memang, kehadiran Iran di Suriah adalah atas permintaan pemerintah Suriah yang sah dengan tujuan penghapusan terorisme. Dan Republik Islam Iran tidak pernah mencari ketegangan di kawasan itu.

Baca: Walid Muallem: Kehadiran Militer Iran di Suriah Sah

Netanyahu saat ini menyerukan agar Iran meninggalkan Suriah. Hal Ini menunjukkan bahwa siasat penuh fitnah mereka di kawasan tersebut telah gagal. Oleh karena itu, mereka menggandeng Rusia yang beraliansi dengan Iran di kawasan ini, mungkin dengan terobosan masuk ke poros perlawanan bisa memberikan ruang bernafas bagi mereka.

Rezim Zionis telah menduduki wilayah Palestina secara ilegal selama bertahun-tahun dengan kekerasan dan hasutan. Bagaimana mereka tidak bisa menerima kehadiran Iran, dan itupun atas permintaan pemerintah sah dari pemerintah Suriah?.

Baca: AS: Bukan Assad, Tapi Iran yang Kami Khawatirkan di Suriah dan Timteng

Suriah sebagai negara yang berdaulat dan pemerintahan yang sah dalam hal hukum internasional memiliki hak dan wewenang untuk membuat kontrak dengan negara manapun. Kontrak dan persetujuan negara Suriah dengan Iran, khususnya kehadiran penasihat Iran di Suriah sesuai dengan aturan hukum internasional. Setiap komentar tentang hal itu, pada kenyataannya, merupakan penodaan atas prinsip tidak campur tangan dalam urusan negara dan pelanggaran atas kedaulatan Suriah serta Iran. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: