Amerika

Siapa Michael Wolff, Sosok Jurnalis Penulis Buku Tentang Trump yang Bikin Geger AS?

Minggu, 07 Januari 2018 – 19.32 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT – Jurnalis Michael Wolff (64), penulis buku Fire and Fury: Inside the Trump White House, sebelumnya pernah menulis di majalah New York dan Vanity Fair. Tulisannya memang terkenal sangat kontroversial, termasuk buku Fire and Fury yang menyeret nama Presiden AS Donald Trump ke dalam buku itu.

Baca: Awali 2018, Trump Sebut Amerika Bodoh karena Bantu Pakistan

Gaya tulisannya membuat pembaca mengetahui sekilas tentang cara kerja subjek, cara mengorganisasi media dan menguasai latar belakang subjek. Menurut penulis Michelle Cottle, gaya tulisan Wolff bisa kontroversial karena dia menyerap atmosfer dan gosip yang ada di sekitar subjek tulisan.

Wolff ternyata memiliki akses khusus agar bisa memasuki Gedung Putih. Dia bisa mewawancarai lebih dari 200 pertanyaan dengan Trump dan stafnya selama 18 bulan.

Hasilnya, dalam wawancara dengan NBC News, Wolff mengatakan kalau staf Gedung Putih mengaku seperti “melahirkan seorang bayi”, karena hadirnya presiden Trump ini.

Baca: Sandiwara Media Kerajaan Arab Saudi Terkait Trump, Yerusalem dan Iran

“Saya akan memberi tahu Anda satu deskripsi yang setiap orang berikan, (deskripsi) setiap orang yang memiliki kesamaan. Mereka semua mengatakan bahwa dia seperti anak kecil dan yang mereka maksud dengan itu adalah dia ingin keinginannya bisa cepat dipuaskan, ini semua tentang dia,” kata Wolff, dilansir dari BBC, Minggu (7/1).

Trump menolak pengakuan Gedung Putih tersebut, dengan mengatakan kalau dia (Wolff) tidak berbicara dengan presiden dan buku itu berisi kebohongan. Namun dari ucapan Trump, Wolff langsung membuat gagasan sendiri, dengan menulis “Trump kedengarannya mengatakan, menjatuhkan diri Anda”.

Wolff mengatakan tidak ada peraturan khusus baginya untuk bisa masuk Gedung Putih, termasuk tidak diwajibkan membuat janji atas laporannya, yang bisa disebut “barisan di depan kepresidenan Trump”.

Beberapa kutipan yang ada di buku tersebut sudah mendapatkan kritik dan dipertanyakan. Alasannya, Wolff mengaku kesulitan berhubungan dengan nara sumber buku ini. Dia mengaku orang yang diwawancarai kadang-kadang meneruskan wawancara dan kadang-kadang berhenti.

Baca: Mufti Lebanon: Langkah Trump di Palestina adalah Praktek Terorisme

Namun ada satu kenangan yang tidak bisa dihapuskan oleh Wolff, yaitu saat staf Gedung Putih, termasuk keluarga Trump, yang semuanya percaya kalau Trump tidak mampu menjadi presiden. Sayangnya, beberapa pejabat mengaku tulisan Wolff seperti mengada-ada.

Trump menuliskan cuitannya melalui akun Twitter @realDonaldTrump:

Pembicara John Boehner, yang saya sukai, tidak pernah setuju untuk menaikkan pajak, karena Partai Republik sama sekali tidak mendapatkan apapun dari itu!

Sementara itu, Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menjelaskan tuduhan tentang Trump dalam buku itu sebagai “tidak masuk akal” dan “rekayasa yang lengkap”.

Menurut surat kabar The Times, Wolff juga menyeret nama Blair karena ada rumor yang menarik dengan menantu Trump, kalau pemerintah Inggris melakukan kampanye dalam pengawasannya.

Selain itu, teman Donald Trump yang juga seorang miliarder, Thomas Barrack Jnr, membantah ungkapan Wolff, kalau dia tidak pernah mengatakan Trump “tidak hanya gila, dia bodoh.”

CNN juga ikut terseret dalam masalah ini. Seseorang mengklaim ada yang salah dalam buku ini, kalau tahun lalu CNN menyiarkan dokumen cabul milik Rusia tentang Trump. Sebenarnya, untuk konten yang ini, CNN akan lebih berhati-hati untuk menahan informasi semacam itu pada saat itu.

Dari semua cerita yang didapat Wolff tentang konflik Gedung Putih, Reporter politik NBC berpendapat dengan mengunggah kutipan perkenala Wolff:

“Banyak laporan tentang apa yang telah terjadi di Gedung Putih Trump yang saling bertentangan satu sama lain, banyak, dalam gaya Trump, yang dengan jelas tidak benar. Konflik tersebut, dan dengan kebenaran yang longgar, jika tidak dengan kenyataan itu sendiri, adalah unsur dari buku ini. Kadang kala saya membiarkan para pemain memberitahukan versi mereka, yang pada gilirannya memungkinkan pembaca untuk menilai mereka. Dalam kasus lain yang saya dapatkan, melalui konsistensi dalam akun dan melalui sumber yang saya percayai, meyakini pada versi kejadian yang saya yakini benar.”

Jadi, buku ini sebenarnya menceritakan apa yang Wolff dapatkan dengan berbicara langsung dengan sumbernya, dan bukan fakta yang tak terbantahkan. Buku ini sudah menjadi buku terlaris di Amazon, beberapa hari setelah dirilis (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: