Fokus

Setara Institute: Radikalisme Bibit dari Gerakan Intoleran dan Terorisme

Radikalisme Menguat 2016

Sabtu, 10 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Gaduh perpolitikan Indonesia yang sangat panas saat ini telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal dengan membawa isu agama untuk membuat kacau negara dan kebhinekaan serta persatuan dan kesatuan bangsa, hal ini akan menyebabkan hancurnya sebuah bangsa seperti di Suriah. Di Suriah kebhinekaan, toleransi dan persatuan sangat kuat sekali, namun kelompok radikal setiap saat membenturkan isu agama kepada pemerintah sehingga tejadilah kehancuran seperti yang kita lihat saat ini. (Baca: Wajah Teror di Setiap Agama)

Menurut Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos menilai radikalisme di Indonesia kian menguat sepanjang 2016.

Ini terlihat dari maraknya pembubaran sejumlah aktivitas maupun diskriminasi terhadap agama atau kepercayaan tertentu.

“Secara kualitatif, radikalisme di kalangan masyarakat justru menguat,” ujar Bonar dalam diskusi di Sekretariat Para Syndicate, Jakarta, Jumat (9/12/2016). (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Bonar mengatakan, menguatnya radikalisme muncul karena negara belum bisa bertanggung jawab untuk memenuhi, melindungi, dan menghormati kemajemukan agama dan kepercayaan di Indonesia.

“Negara belum menjalankan fungsi itu makanya kenapa radikalisme menguat,” kata Bonar. (Baca: Paham Radikalisme Ber-revolusi)

Negara, lanjut Bonar, justru melakukan pembiaran terhadap berkembangnya ideologi ekstrem melalui berbagai medium. Padahal, pemikiran itulah yang membuat radikalisme bertambah kuat. “Berkembangnya pemikiran-pemikiran yang cukup keras di kalangan masyarakat dengan berbagai medium, baik itu ceramah, penerbitan, itu memberikan faktor,” ujar Bonar.

Menurut Bonar, pemerintah tak bisa membiarkan menguatnya radikalisme yang terjadi saat ini.

Sebab, radikalisme merupakan bibit dari gerakan intoleran dan terorisme yang terjadi di Indonesia.

“Ini PR bagi kita. Tantangan bagi kita untuk mengembangkan masyarakat yang lebih terbuka, lebih berpikiran moderat, yang bisa proporsional melihat kehidupan beragama dan politik,” tutur Bonar. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: