Fokus

Serangan Drone AS Tewaskan Dua Anak di Bayda Yaman

Kamis, 09 Maret 2017 – 06.33 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Seorang pejabat lokal Yaman mengatakan serangan pesawat tak berawak yang diduga telah dilakukan oleh AS telah menewaskan dua anak di Provinsi Bayda, Yaman.

Pejabat provinsi yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada hari Selasa bahwa insiden itu terjadi di luar desa Yakla, kabupaten Qifah, Bayda, pada hari Minggu, ketika para korban, yang berusia 10 dan 12 tahun, sedang mengembala kawanan kambing. (Baca: Potret Berdarah Anak-Anak Kecil Saada Korban Agresi Sadis Saudi di Yaman)

Penduduk setempat juga mengkonfirmasi serangan itu juga telah menewaskan dua orang lainnya, yang didentifikasi sebagai Ahmed dan Mohammed al-Khobze.

Pentagon belum mengomentari serangan udara tersebut.

Desa Yakla telah menyaksikan adegan dari serangan darat dan udara pada 29 Januari, yang pertama disahkan oleh Presiden Donald Trump.

Sebuah pesawat bernilai $ 75.000.000 hancur sementara puluhan warga sipil Yaman dan seorang prajurit Navy SEAL, Ryan Owens tewas dalam serangan komando yang langka.

Pentagon mengklaim bahwa serangan mematikan telah menghasilkan intelijen tentang al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP). (Baca: Tentara Yaman Hajar Markas Tentara Saudi di Asir dengan Rudal Zilzal 2)

Namun, para pejabat senior AS menolak klaim tersebut, dan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya informasi intelijen yang dihasilkan dari serangan itu.

Bill Owens, ayah Ryan, juga mengecam serangan itu dan menuntut penyelidikan, dan bertanya, “Mengapa saat ini, apa harus ada misi bodoh ini ketika itu belum seminggu setelah pengukuhan Trump?”

Laporan-laporan mengatakan Washington telah melakukan lebih dari 40 serangan terhadap apa yang diklaim sebagai target al-Qaeda di Yaman sejak 2 Maret, ketika meningkatkan serangan di Yaman.

Negara yang sarat dengan konflik telah berada di bawah serangan pesawat tak berawak AS yang intens. Washington mengaku menargetkan elemen al-Qaeda sementara sumber-sumber lokal mengatakan warga sipil menjadi korban utama dari serangan tersebut. (Baca: Dua Tahun Agresi Saudi di Yaman Hanya Membuahkan Kesadisan)

Yaman juga telah diguncang oleh serangan militer oleh Arab Saudi sejak akhir Maret 2015. AS telah menyediakan sejumlah besar senjata dan pelatihan militer untuk militer kerajaan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: