Headline News

Serangan AU Rusia Sebabkan Panglima Tinggi Militan Suriah Luka Kritis

Kamis, 05 Oktober 2017 – 07.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Juru bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Igor Konashenkov membenarkan bahwa serangan udara tersebut telah membunuh 12 komandan al-Nusra, dan melukai secara kritis Abu Mohammad al-Julani, panglima tertinggi kelompok militan Suriah, Tahrir al-Sham dan mantan emir yang memproklamirkan dirinya sendiri dari Front al-Nusra, cabang Al-Qaeda di Suriah, di provinsi Idlib.

Baca: Serangan AU Rusia Tewaskan 12 Komandan Teroris

Al-Julani menerima beberapa luka fragmentasi berat dan kehilangan tangan, menjadikannya dalam kondisi kritis, menurut beberapa sumber independen. Ahmad al-Ghizai, orang dekat al-Julani dan kepala keamanan, juga tewas, bersama dengan sekitar 50 gerilyawan dari detail keamanan komandan, kata Konashenkov.

Komando militer Rusia mengambil keputusan untuk melakukan penyerangan setelah menerima dan mengkonfirmasi intelijen dari berbagai sumber tentang pertemuan teroris tersebut. Pilot jet tempur Su-35 dan Su-34 serta pembom tempur berpartisipasi dalam operasi tersebut.

Front al-Nusra mengubah namanya dan bergabung dengan kelompok teroris Suriah lainnya untuk menciptakan kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) pada awal 2017. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia terus mengacu pada kelompok tersebut dengan menggunakan nama aslinya.

Baca: AU Rusia Tewaskan 19 Agen CIA yang Dukung Teroris di Suriah

Pada hari Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa Daesh (ISIS/ISIL) dan al-Nusra mengalami kerugian terberat sampai saat ini dalam beberapa bulan terakhir saat mereka mencoba melancarkan serangan di wilayah timur dan timur Suriah untuk menghentikan operasi tentara Suriah yang berhasil membebaskan luas wilayah negara tersebut.

Mayor Jenderal Konashenkov mengatakan bahwa serangan ISIS dan al-Nusra telah digagalkan dengan bantuan kekuatan udara Rusia, mengakibatkan kematian lebih dari 2.300 gerilyawan Daesh dan 16 komandan lapangan. 67 markas teroris, lebih dari dua lusin tank, 21 peluncur roket, hampir 150 kendaraan yang dilengkapi senjata senapan dan 17 alat peledak improvisasi yang menempel kendaraan telah hancur, bersama dengan lebih dari 50 depot amunisi, ungkap Konashenkov. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: