Fokus

Sel Mewah, Episode Drama Terbaru Setya Novanto

Sel Novanto di LP Sukamiskin
Sel setnov di LP Sukamiskin

JAKARTA – Drama mantan Ketua DPR Setya Novanto memasuki babak baru. Koruptor kasus E-KTP ini membuat sederet pembelaan soal temuan adanya sel mewah yang dihuni dirinya di Lapas Sukamiskin Bandung.

Baca: Pledoi Kurang Ajar dan Tak Sopan Fredrich kepada Jaksa KPK

Kemewahan sel yang ditempati Novanto terkuak ketika Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tampak sel Novanto disebut luas, lalu setelah dicek berukuran 3×5 meter.

Lapas Sukamiskin mengklaim ada 40 sel serupa dari total 552 sel. Sel itu disebut sudah ada sejak Sukamiskin dibangun Belanda. Namun, Novanto menyebut selnya sangat sederhana.

“Semua lihat sangat sederhana, hanya ada kasur sama meja hanya ukuran 40 sentimeter,” aku Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Baca: Setnov Ancam Akan Masukkan Fadli Zon Dan Fahri Hamzah ke Penjara Lewat E-KTP

Padahal sebelumnya, pada Juli 2018, Kemenkum HAM menggelar sidak ke Lapas Sukamiskin dan menemui Novanto menghuni sel yang bisa dibilang sederhana. Begitu masuk ke dalam sel Novanto, terlihat kamar yang begitu ditata rapi, kecil dan terkesan sederhana.

Tapi, ada beberapa hal yang dicurigai, salah satunya papan nama di pintu yang terkesan baru dipasang. Barang-barang yang berada di dalam sel Novanto juga tidak mencerminkan pribadi mantan Ketua DPR itu. Ada sejumlah parfum perempuan hingga cat rambut yang berharga murah. Apa kata Novanto?

“Justru dulu waktu masa orientasi, tentu belum dapat tempat dan dapat tempat demikian tentu gara-gara waktu di-ekspose, partisipasi, dan lapas menyetujui saya mendapatkan tempat,” ucap Novanto.

Baca: Cuitan Mahfud MD Terkait Pengacara Setnov Tak Paham Hukum Dapat Ribuan Like

Kini, Novanto menempati sel yang terkesan mewah di Sukamiskin. Sel tersebut dilapisi wallpaper serta segala furnitur yang memperlihatkan kesan mewah. Tapi Novanto membela diri.

“(Lapas) Sukamiskin sejak zaman Belanda 1918 sudah demikian dan ini sudah 100 tahun. Jadi itu memang tembok… kita pakai cover wallpaper, (sebelumnya) kayu tipis berbahaya karena debu. Apalagi saya punya (masalah) kesehatan, bisa paru-paru basah,” ujar Novanto. (SFA/DetikNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: