Amerika

Sekjen PBB Kecewa atas Keputusan Israel Bangun Pemukiman Baru

Sabtu, 01 April 2017 – 14.18 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kecewa dan prihatin atas keputusan Israel yang kembali membangun pemukiman baru pertama di wilayah Tepi Barat. (Baca: Antonio Guterres Sekjen PBB yang Baru Adalah Sahabat Israel)

“Sekjen PBB secara konsisten menekankan bahwa tidak ada Rencana B untuk Israel dan Palestina untuk hidup bersama dalam damai dan keamanan,” juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pada hari Jumat. Guterres juga “mengutuk semua tindakan sepihak, seperti yang sekarang terjadi, hal ini dapat mengancam perdamaian dan melemahkan solusi kedua negara,” tambahnya.

Menurut channel TV BBC, Palestina juga mengecam keputusan Israel. Menurut anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO EC), Hanan Ashrawi, menyatakan keputusan ini membuktikan bahwa pemerintah Israel lebih cenderung untuk mengedepankan keinginan mereka yaitu pemukim ilegal daripada memenuhi kondisi untuk menjaga stabilitas dan perdamaian.

Surat kabar Jerusalem Post melaporkan, Kabinet Keamanan Israel mengumumkan persetujuan pembangunan pemukiman baru di tepi barat sungai Yordan. (Baca: Israel Meradang PBB Akui LSM Palestina)

Sebelumnya, keputusan ini telah didiskusikan dengan pemerintah AS selama tiga minggu. Surat kabar Jerusalem Post mengutip seorang pejabat senior AS, mengatakan bahwa pihak AS setuju dengan rencana pemerintah Israel untuk membangun pemukiman baru dengan cara pengecualian. Menurut pejabat itu, selama pertemuan di AS, Presiden AS Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan rencana pembangunan permukiman baru, dan yang terakhir berjanji untuk memperhitungkan posisi Washington. Namun, Perdana Menteri Israel memberi janji-janji akan menyediakan perumahan baru untuk orang-orang dari Amona bahkan pengecualian disepakati untuk penyelesaian masa depan mereka. (Baca: PBB Tidak Masukkan Rezim Israel ke dalam “Daftar Hitam”)

Israel telah berjanji pada AS untuk membangun rumah baru tanpa melampaui garis konstruksi, dan tidak memaksa pembangunan permukiman dalam rangka memberikan lebih banyak kesempatan untuk penyelesaian konflik diplomatik Palestina-Israel. (SFA)

Sumber: Southfront

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: