Fokus

Sebut Kader PDIP PKI, Jaksa Tuntut Alfian Tanjung 3 Tahun Penjara

Alfian Tanjung

Surabaya – Terdakwa pencemaran nama baik terhadap PDIP, Alfian Tanjung, dituntut dengan hukuman penjara selama 3 tahun. Tak hanya hukuman pidana, mantan dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) juga dijatuhi hukuman denda senilai Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Baca: Ustad Alfian Tanjung Penyebar Isu Istana Sarang PKI Batal Bebas

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Alfian Tanjung hukuman penjara selama 3 tahun penjara,” ujar Jaksa Reza di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (25/4).

Jaksa meyakini Alfian terbukti secara sah dan meyakinkan telah membuat ujaran kebencian. Jaksa meyakini Alfian telah berusaha memprovokasi masyarakat yang mengikuti akunnya bahwa PDIP adalah partai yang kebanyakan kadernya bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

JPU juga mengutip kesaksian Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang pernah dihadirkan pada persidangan Alfian. “Bahwa benar saksi Hasto pada 27 Januari 2017, saat berada di Menteng melihat postingan Alfian Tanjung 25 Januari 2017,” papar Jaksa.

Baca: VIRAL! Alfian Tanjung Tuduh NU Pro PKI

Menurut JPU, hal yang memberatkan tuntutan hukuman karena perbuatan Alfian berdampak buruk pada citra PDIP. JPU meyakini Alfian melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menanggapi tuntutan JPU, Alfian yang ditemui usai persidangan langsung menyesalkannya. Dia meyakini PKI sedang bangkit.

“Saya berbicara berhubungan dengan persoalan PKI secara historis yang pernah melukai darah, air mata dan menimbulkan korban yang banyak bagi bangsa kita,” katanya.

Baca: Tuduh Istana Sarang PKI, Teten Masduki Somasi Alfian Tanjung

Menurut Alfian, mempelajari kehidupan PKI merupakan panggilan moral baginya. Hal itu lantaran PKI dianggap sebagai gerakan yang membahayakan untuk Indonesia.

Lebih lanjut Alfian mengatakan, gerakan komunis di Indonesia yang adasejak 1926 itu bukan untuk kemerdekaan. Sebab, komunis di Indonesia hanya subordinat dari rezim Bolshevik Rusia,” ujar Alfian. “Yang jelas ini sebuah indikasi kuat bahwa paham komunisme, PKI sedang bangkit,” sebut Alfian. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: