Fokus

Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, ARP Minta Maaf Terbuka ke Kapolri

Selasa, 30 Mei 2017 – 05.01 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – ARP (37) mengaku menyesal sekali karena telah memposting informasi sesat yang menyebutkan bahwa peristiwa bom di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur adalah sebuah rekayasa. ARP pun menyampaikan permohonan maafnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan publik.

“Kami dari kuasa hukum diminta menyampaikan surat terbuka permintaan maaf pada bapak Kapolri dan masyarakat Indonesia yang sudah tersakiti akibat status FB-nya yang viral di dunia maya terkait bom Kampung Melayu dan peristiwa lainnya,” ujar M Ihsan selaku kuasa hukum ARP, Senin (29/5/2017).

Ihsan mengatakan istri ARP memintanya untuk mendampinginya setelah suaminya dijemput polisi dari rumahnya di Padang Panjang, pada Minggu (28/5) sore. “Istri ARP menceritakan bahwa dia saat ini sedang hamil 5 bulan dan punya 2 anak perempuan usia 5 tahun dan 3 tahun,” ujar Ihsan.

Sambil menangis, istri ARP memohon pendampingan hukum bagi suaminya itu kepada Ihsan. Sejak Senin (29/5) siang hingga malam, Ihsan mendampingi ARP selama pemeriksaan.

“Terlihat penyesalan dan kesedihan di raut muka ARP sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang,” ungkapnya.

Berikut isi surat permohonan maaf ARP kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian seperti yang disebar ke media dari pengacara:

Kepada Yth.

Bapak Kapolri

di

Tempat

Saya yang bertanda gangan di bawah ini:

Nama                                  : Ahmad Rifa’i

Jenis Kelamin                   : Laki-laki

Tempat Tgl Lahir             : Rao, 19 Agustus 1980

Agama                                : Islam

Pekerjaan                          : Karyawan Swasta

Kewarganegaraan           : Indonesia

Alamat: Jl Sutan Syahrir No 36 RT 06/07 Keluraham Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Bart, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Surat terbuka Permohonan ke Kapolri

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan dan kekhilafan yang saya lakukan dengan pernyataan saya di Facebook yang telah merugikan dan mencemarkan nama baik Bapak dan pihak-pihak lain yang saya sebut dalam Facebook tersebut.

Istri saya saat ini sedang hamil 5 bulan dan anak saya usia 5 tahun dan 3 tahun sangat membutuhkan kehadiran saya dan saya tidak dapat membayangkan nasib mereka selama saya ditahan, semua terjadi karena kesalahan dan kekeliruan saya. Sekali lagi saya mohon dengan setulus-tulusnya agar Bapak dapat memaafkan saya.

Jika Bapak memaafkan dan mengijinkan saya pulang ke rumah, saya siap membuat perjanjian dan memenuhi segala persyaratan yang Bapak ajukan dan sesuai kemampuan saya.

Atas kemurahan hati Bapak saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 29 Mei 2017

Ahmad Rifai (SFA)

Sumber: DetikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: