Fokus

Sebut Bom Bekasi Pengalihan Isu Kasus Ahok, Eko Patrio Tak Datangi Panggilan Bareskrim

Kamis, 15 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Sebut Bom Bekasi Pengalihan Isu Kasus Ahok, Eko Patrio Dipanggil Bareskrim Polri. Namun hingga jam 12.03, Eko belum terlihat mendatangi Kantor Bareskrim Mabes Polri di Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat. (Baca: Polisi Tetapkan 4 Tersangka dan 2 DPO dalam Kasus Bom “Panci” Bekasi)

Menurut Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memanggil Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio untuk diperiksa hari ini (14/12).

“Kita sih sudah kasih surat ke dia (Eko). Hanya kan batasnya tiga hari. Kalau dia datang hari ini ya bagus,” tutur Agus saat dikonfirmasi, Kamis (15/12/2016).

Ia menambahkan, surat tersebut dilayangkannya sejak Rabu, 14 Desember 2016.

Agus enggan membeberkan mengenai perihal apa saja yang nantinya akan ditanyakan apabila Eko memenuhi panggilan penyidik.

Pihaknya masih akan berkoordinasi lebih dahulu dengan penyidik yang menangani pemanggilan tersebut. “Kita bakal layangkan klarifikasi dari ucapan yang disampaikan,” katanya.

Eko diminta untuk menghadap ke penyidik Subdit I Direktorat Tindak Pidana Umum atas laporan polisi LP/1233/XII/2016/Bareskrim, dengan pelapor Sofyan Armawan. (Baca: Surat Wasiat Bom “Pengantin” Bekasi)

Eko dipanggil untuk diambil keterangannya sebagai saksi dugaan tindak pidana kejahatan terhadap Penguasa Umum Pasal 207 KUHP, dan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

“‎Benar, beliau diminta datang untuk diambil keterangannya soal pernyataanya di surat kabar,” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (15/12). Jenderal bintang dua ini menambahkan, status Eko Patrio masih sebagai saksi dan yang melaporkan ialah dari pihak penyidik sendiri. “Statusnya (Eko) saksi, pelapornya dari penyidik sendiri,” tambah dia.

Sebelumnya, pemanggilan ini merupakan buntut pernyataan Eko di media yang menyatakan pengungkapan jaringan teroris Nur Solihin oleh Densus 88 merupakan pengalihan isu kasus dugaan penistaan agama, ‎Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Baca: Bom yang Ditemukan di Bekasi Digunakan untuk Meledakkan Istana Presiden)

Boy menegaskan, rencana aksi teror meledakkan Istana Negara dan penangkapan jaringan Nur Solihin bukanlah rekayasa namun fakta.

Diketahui, Nur Solihin Cs, ‎menjalankan perintah dalam hal ini instruksi dari Bahrun Naim. Mereka mengikuti rencana global melakukan serangan serentak di beberapa negara termasuk Indonesia pada 11 Desember 2016. Beruntung aksi itu berhasil digagalkan. (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: