Headline News

Saudi Naikkan 60% Gaji Para Pilot untuk Dorong Pengeboman di Yaman

Selasa, 04 April 2017 – 10.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi meningkatkan gaji pilot hingga 60 persen tak lama setelah serangan bom terhadap Yaman memasuki tahun ketiga. (Baca: Pesawat Saudi Dipiloti Zionis Serang Yaman)

Menurut Saudi Press Agency, Senin (3/04/2017), kerajaan merubah peraturan yang berkaitan dengan kenaikan 35 persen gaji pokok dari semua pilot angkatan udara dan operator senjata. Dan menambahkan bahwa petugas yang menerbangkan jet tempur atau mengoperasikan sistem senjata, mereka akan menerima 60 persen kenaikan gaji.

Tidak ada penjelasan mengenai kenaikan gaji ini kepada kabinet Saudi, yang beberapa bulan terakhir telah menerapkan langkah-langkah penghematan.

Riyadh saat ini menghadapi krisis ekonomi disebabkan oleh defisit anggaran hampir $ 100 miliar yang disebabkan oleh penurunan tajam harga minyak serta meningkatnya pengeluaran militer Riyadh terhadap Yaman. (Baca: Pangeran Saudi Bongkar Rahasia Soal Perang Yaman)

Arab Saudi yang didukung oleh sejumlah negara Afrika dan Teluk Persia, meluncurkan agresi udara besar-besaran terhadap Yaman pada 26 Maret 2015, dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Uni Eropa: Yaman perang yang terlupakan

Sementara itu, menyikapi pertemuan Menteri Uni Eropa pada hari Senin, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini memperingatkan bahwa situasi di Yaman menjadi “perang terlupakan”.

“Ini jelas tidak terjadi di Uni Eropa sehingga kita akan fokus tidak hanya dari perspektif kemanusiaan, tetapi juga dari perspektif politik”, tambahnya. “Hal ini tidak hanya memiliki konsekuensi kemanusiaan yang sangat serius tetapi juga konsekuensi keamanan yang sangat serius untuk seluruh wilayah”. (Baca: Yaman Desak Uni Eropa Agar Saudi Akhiri Agresi Gilanya)

Mogherini membuat pernyataan hanya satu hari setelah Yaman menulis surat ke Uni Eropa, menyerukan negara-negara anggota UE untuk menekan Arab Saudi untuk segera mengakhiri intervensi militer brutalnya yang mematikan dan blokade tidak manusiawi terhadap negara miskin di Timur Tengah itu. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: