Headline News

Saudi Ketakutan Atas Seruan Qatar Tentang Internasionalisasi Situs Suci

Selasa, 01 Agustus 2017 – 17.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Pemerintah Saudi telah menggambarkannya sebagai “deklarasi perang” yang dikatakan sebagai seruan Qatar untuk “internasionalisasi” situs ziarah Muslim di Arab Saudi. Sebuah tuntutan yang menurut Doha tidak pernah dibuat. (Baca: Raja Salman Saudi “Wahabi” Tak Hormati Ka’bah)

“Permintaan Qatar untuk menginternasionalisasi situs-situs suci itu agresif dan sebuah deklarasi perang melawan kerajaan Saudi,” ungkap Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir seperti dikutip oleh televisi Al Arabiya milik Saudi pada hari Minggu. “Kami berhak untuk menanggapi siapa saja yang sedang mengerjakan internasionalisasi situs suci tersebut,” katanya, tanpa merinci.

Dibuat dari kepalsuan

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang negaranya menghadapi perang diplomatik dan ekonomi dengan kelompok negara yang dipimpin oleh Arab Saudi, menanggapi dengan mengatakan bahwa tidak ada pejabat Qatar yang membuat permintaan semacam itu. “Kami bosan menanggapi informasi dan cerita palsu yang dibuat-buat,” katanya kepada Al Jazeera TV pada hari Minggu. (Baca: Kerajaan Saudi dan Amerikaisasi Kota Suci Umat Islam)

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Qatar dan meletakkan pengepungan ekonomi. Mereka secara terbuka menjelaskan bahwa sponsor Doha untuk terorisme sebagai alasan pemboikotan, namun umumnya diyakini bahwa mereka merasa terganggu oleh independensi sebagian Qatar dalam masalah kebijakan luar negeri dari negara-negara Arab lainnya di Teluk Persia. Beberapa negara pemboikot juga menghadapi tuduhan mendukung kelompok teroris.

Perseteruan tersebut meletus kembali pada bulan Mei, ketika Qatar mengatakan bahwa kantor berita negara telah diretas dan komentar kontroversial yang secara salah dikaitkan dengan emir Qatar telah diposting di situs web serta akun Twitter. (Baca: Allah Bangunkan Haramain, Saudi Bangun Gedung Pencakar Langit)

Ucapan yang dikaitkan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani diambil oleh Arab Saudi dan negara-negara lain sebagai pembakar dan mereka akhirnya memutuskan hubungan dengan Doha pada 5 Juni, dengan membawa klaim “sponsor teror” sebagai alasannya.

Qatar mengatakan pada bulan Juni bahwa hack tersebut berasal dari negara-negara yang melakukan perang diplomatik di Doha. Sebuah karya di The Washington Post juga kemudian mengutip pejabat intelijen AS yang membuat pernyataan serupa.

Pada hari Sabtu, sebuah badan hak Qatar mengatakan bahwa Arab Saudi “mempolitisir” ziarah haji dengan memperkenalkan batasan tertentu pada peziarah dari Qatar. Tapi tidak ada permintaan untuk “internasionalisasi” situs suci di Arab Saudi.

Siap untuk dialog atau mungkin juga tidak

Sementara itu, menteri luar negeri dari empat negara yang memboikot Qatar berkumpul di Bahrain pada hari Minggu untuk membahas perselisihan regional tersebut.

Mereka mengklaim bahwa mereka akan “siap berdialog” dengan Qatar jika memenuhi serangkaian tuntutan yang mereka hadirkan ke Doha.

Di antara tuntutan tersebut adalah Qatar harus menurunkan hubungannya dengan Iran, menutup Al Jazeera, dan menutup sebuah pangkalan militer Turki di negara Arab.

Doha mengatakan bahwa tuntutan tersebut merupakan simbol dari bagaimana perang diplomatik dan ekonomi yang dihadapi tidak ada kaitannya dengan terorisme.

Sebuah kebijakan berpendirian keras

Namun, Jubeir, menteri luar negeri Saudi, mengatakan bahwa blok yang dipimpin Saudi tidak akan melakukan negosiasi mengenai daftar tuntutan. Dia tidak menjelaskan di wilayah mana keempat negara itu akan “siap berdialog” saat itu.

Menteri luar negeri Qatar menyebut pendirian blok yang dipimpin Saudi yang diungkapkan dalam pertemuan Bahrain tersebut, sebagai “kelanjutan dari sebuah kebijakan berpendirian keras.”

Ucapan terbaru Jubeir tentang “deklarasi perang” bisa menjadi pertanda bahwa negara-negara yang dipimpin oleh Saudi mungkin berencana untuk meningkatkan kebuntuan dengan Qatar. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: