Amerika

Saudi Atur Obama Untuk Memveto Hak Hukum Korban 9/11

Kamis, 22 September 2016

SALAFYNEWS.COM, WSHINGTON – Presiden AS Barack Obama diatur untuk memveto undang-undang yang memberikan landasan hukum kepada keluarga korban serangan 9/11, yang memungkinkan mereka menuntut Arab Saudi di pengadilan Amerika.

Para pejabat pemerintahan Obama mengatakan presiden akan menolak “Keadilan Melawan Sponsor Terorisme” dengan menggunakan hak veto pada hari Jumat, AFP melaporkan pada hari Kamis.

Undang-undang disahkan dengan suara bulat pada 9 September oleh Kongres akan memungkinkan keluarga untuk menuntut pemerintah Arab Saudi di pengadilan federal AS.

Pada hari Rabu, Uni Eropa (UE) meminta Obama untuk memveto tuntutan. “Uni Eropa menganggap bahwa mengadopsi tuntutan dan implementasi selanjutnya, mungkin akan berdampak pada konsekuensi yang tidak diinginkan seperti negara-negara mungkin berusaha untuk mengadopsi undang-undang yang sama, yang mengarah pada pelemahan prinsip-prinsip kekebalan negara berdaulat,” delegasi Uni Eropa mengatakan pada Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan.

Presiden Obama telah datang di bawah tekanan dari anggota parlemen Demokrat dan keluarga korban serangan 9/11 yang mendukung pengesahan undang-undang tersebut.

Beberapa anggota parlemen, termasuk anggota Kongres Rosa DeLauro dan Senator Richard Blumenthal, telah menyerukan Obama untuk menandatangani tuntutan. Orang dalam kongres bersikeras memiliki suara yang dibutuhkan untuk melawan veto presiden.

Gedung Putih mengatakan undang-undang akan menjadi preseden hukum yang berbahaya dan memungkinkan orang asing untuk menuntut Amerika Serikat.

Arab Saudi sangat menentang RUU dan mengancam akan menjual $ 750 miliar asetnya di Amerika, jika undang-undang itu benar-benar disahkan.

Pemerintah Saudi membantah terkaitan dengan serangan 9/11. Sementara dokumen Declassified menunjukkan intelijen AS memiliki bukti tentang hubungan antara pemerintah Saudi dan para penyerang. Lima belas dari 19 pembajak adalah warga Saudi.

“Sementara di Amerika Serikat, beberapa pembajak 9/11 berada dalam kontak dengan pejabat Saudi, dan menerima dukungan atau bantuan dari individu yang dapat dihubungkan ke pemerintah Saudi,” sebuah temuan intelijen AS. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: