Headline News

Saudi Akan Beli Sistem Rudal Iron Drome Israel Karena Sering di Rudal Yaman

Rabu, 10 Januari 2018 – 07.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi dilaporkan sedang berusaha mendapatkan sistem rudal Iron Dome Israel di tengah laporan bahwa kedua rezim tersebut memiliki rencana untuk menormalisasi hubungan mereka dan bersatu melawan Iran.

Baca: Pesan Ancamam Houthi: Tak Ada Celah Bagi Abu Dhabi dari Rudal Yaman

Basler Zeitung, sebuah surat kabar Swiss berbahasa Jerman yang diterbitkan di kota Basel, mengutip “agen senjata Eropa di ibukota Saudi Riyadh”, mengatakan pada hari Senin bahwa Saudi berusaha untuk membeli peralatan militer Israel, termasuk Trophy Active Protection System (APS).

Sistem yang dipasang di kendaraan ini mampu mencegat dan menghancurkan rudal dan roket yang masuk dengan ledakan seperti senapan. Menurut laporan tersebut, para ahli militer Saudi bahkan telah memeriksa sistem anti-rudal Israel di ibukota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi.

Arab Saudi dilaporkan ingin mendapatkan sistem tersebut dalam upaya untuk menghentikan serangan rudal oleh gerakan Houthi Ansarullah Yaman, kata laporan tersebut.

Baca: Dari Abha Hingga Riyadh Akan Jadi Terget Rudal-Rudal Yaman

Pejuang Houthi secara teratur menembakkan rudal balistik buatan dalam negeri ke posisi vital di Arab Saudi sebagai pembalasan atas serangan koalisi yang dipimpin Riyadh di Yaman.

Selain itu, harian Swiss mencatat bahwa Riyadh dan Tel Aviv bekerjasama untuk menghadapi kehadiran Iran di Timur Tengah.

Kedua rezim tersebut, bekerja sama secara signifikan di sektor militer dan keamanan, dimana intelijen kedua negara telah mencatat “kemajuan lebih lanjut.”

Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik, namun secara luas diyakini memiliki hubungan rahasia. Sejumlah laporan menunjukkan adanya hubungan yang tumbuh antara Tel Aviv dan Riyadh dalam beberapa bulan terakhir.

Baca: Tweet Warga Riyadh Ungkap Kebohongan Saudi yang Mengaku Cegat Rudal Yaman

Pada bulan November 2017, Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Gadi Eizenkot, menyatakan kesiapan Tel Aviv “untuk bertukar pengalaman dengan negara-negara Arab moderat dan pertukaran intelijen untuk menghadapi Iran.”

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar online Elaf Saudi, Eizenkot mengklaim bahwa Iran adalah “ancaman terbesar bagi Timur Tengah,” dan menambahkan bahwa Tel Aviv dan Riyadh sepenuhnya sepakat mengenai maksud Iran.

Menteri militer Israel juga menggemakan komentar Eizenkot, dengan mengatakan bahwa Timur Tengah sekarang membutuhkan sebuah koalisi anti-Iran.

“Timur Tengah saat ini membutuhkan, lebih dari apa pun, sebuah koalisi negara moderat melawan Iran. Koalisi melawan ISIS telah berakhir, setelah ISIS, Iran,” kata Avigdor Lieberman.

Rezim Tel Aviv sendiri mendapat kecaman karena berkolusi dengan kelompok teroris, seperti ISIS, yang telah kehilangan kekuasaan karena serangan tentara Suriah. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: