Artikel

SATIRE.. Sumanto Al Qurtuby: Konde dan Tingkah-Polah Kaum Muslim “Unyu-Unyu”

26 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Adanya gerakan anti-konde yang dianggap sebagai “kurang Islami” dan “tidak syar’i” semakin menambah daftar kasus “keunyuan” umat Islam Indonesia dewasa ini. Islam sebetulnya adalah “agama intelek” yang sangat inovatif dan menghargai kreativitas berfikir umatnya. Tetapi gara-gara tingkah-polah sebagian kaum Muslim yang “unyu-unyu”, Islam kemudian tampak seperti “agama unyu” yang hanya mengurusi masalah remeh-temeh seperti konde, pakaian, rambut, label, klenik, dlsb. (Baca: Agus Sunyoto; Wahabi Singkirkan Wali Songo)

Al-Qur’an berisi ajaran dan wacana yang maha luas dengan topik-topik bahasan yang beraneka ragam. Enam ribuan ayat-ayat dalam Al-Qur’an berbicara beragam isu dan tema: sejarah, kebudayaan, pendidikan, pengetahuan, teknologi, pluralitas suku-bangsa, kemajemukan agama, sosial-kemanusiaan, kemiskinan, kebodohan, lingkungan hidup, pelestarian alam, moralitas, kepolitikan, keadilan sosial, dan masih banyak lagi, bukan melulu soal ritual, alam akhirat, siksa kubur, surga-neraka. (Baca: Habib Saggaf Al-Jufri Ketua Utama Al-Khairat: Waspada Aliran Wahabi!)

Tetapi, lagi-lagi, oleh sejumlah kelompok Islam “tengil” dan unyu-unyu tadi, fakta-fakta dan perspektif Al-Qur’an yang maha luas tadi telah “dibajak” dan “dikorupsi” menjadi “dokumen dunia lain” yang seolah-olah tidak membumi sama sekali. Al-Qur’an yang merupakan “korpus terbuka” dengan aneka ta’wil dan tafsir yang fleksibel dan dinamis kemudian menjelma menjadi “korpus tertutup” yang kaku njeku dan anti-perubahan dan kemodernan. (Baca: WASPADALAH.. Pengajian ‘Setan’ Kelompok Khilafah HTI dan Wahabi)

Ruh atau spirit Al-Qur’an yang membebaskan umat manusia dari belenggu ke kemerdekaan berfikir itu kemudian berubah menuju arah sebaliknya: dari manusia merdeka menjadi manusia-manusia yang mandeg deg tanpa kreativitas intelektual dan inovasi spiritual-kebudayaan karena semua itu dianggap sebagai “kapir”, haram, bid’ah, sesat, tidak relijius dan klaim-klaim omong-kosong lain. (Baca: Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan)

Pelan tapi pasti, sejumlah umat Islam dewasa ini menjadi tampak “antik” karena hidup di alam modern tetapi pola-pikir dan tingkah-polahnya seperti “makhluk purba” di zaman batu… (SFA)

Sumber: Akun Facebook Sumanto Al Qurtuby

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Prof Sumanto Al Qurtuby: Jadi Muslim Itu Repot Ya? | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: