Amerika

Salahkan Trump? AS Alami Penurunan Wisatawan Sebesar 16%

Senin, 12 Juni 2017 – 16.26 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat menerima lebih sedikit wisatawan asing, demikian laporan International Business Times. Media tersebut mengutip penelitian yang dilakukan oleh Foursquare yang menemukan bahwa, “pangsa pasar Amerika dalam pariwisata internasional” turun 16 persen pada bulan Maret 2017, jika dibandingkan dari tahun ke tahun. (Baca: Para Pegawai Federal di Amerika Muak dengan Donald Trump)

Menurut IBT, Foursquare “menganalisis data yang dikumpulkan lebih dari 50 juta pengguna ponsel di seluruh dunia, mempelajari jenis lalu lintas pejalan kaki yang terkait dengan perjalanan liburan dan perjalanan bisnis. Lalu lintas pejalan kaki mengacu pada pengunjung ke bisnis atau situs komersial.”

Alih-alih menggunakan data resmi hotel dan bandara, penelitian ini lebih berfokus pada pemberhentian yang dilakukan di tempat-tempat seperti pusat konvensi, restoran, museum, toko dan tempat lainnya oleh wisatawan yang berkunjung dari luar negeri.

Pertanyaannya adalah, mengapa? IBT memiliki satu alasan yang sangat spesifik: Perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang menyebabkan 0rang-orang dari enam negara Timur Tengah berhenti memasuki Amerika Serikat. (Baca: Pendiri Starbucks Sebut Trump Pembuat “Kekacauan”)

Namun menurut IBT, kemerosotan dalam pariwisata dimulai pada bulan Oktober 2016, sebelum Trump menjadi presiden. Memang, dan bahkan sebelum banyak orang berpikir dia punya kesempatan menjadi presiden.

Perintah Eksekutif Trump 13769, yang telah dijuluki sebagai “larangan Muslim” oleh para kritikus, pada awalnya ditandatangani hanya pada bulan Januari 2017 (kemudian digantikan oleh Executive Order 13780 pada bulan Maret).

“Selain larangan bepergian menjadi faktor di balik penurunan pariwisata, larangan administrasi Trump saat ini terhadap berbagai perangkat elektronik di kabin pesawat yang berkaitan dengan AS dari negara-negara tertentu juga membuat AS tidak begitu ramah bagi wisatawan,” ungkap IBT, yang dikutip NBC News.

Namun, data yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Pariwisata Nasional, memberikan gambaran yang berbeda.

Menurut statistik mereka, jumlah kedatangan luar negeri (dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015) mulai menurun di bulan April. April 2016 adalah 4,8 persen lebih buruk dari April 2015, dan seterusnya. Penurunan paling tajam terjadi di bulan Mei, ketika jumlah wisatawan turun 7 persen jika dibandingkan dengan Mei 2015. Ini diikuti oleh penurunan yang sangat kecil (namun terjadi penurunan) sebesar 0,1 persen di bulan Juni.

Kantor Pariwisata dan Perjalanan Nasional belum mempublikasikan data dari bulan Oktober 2016 dan setelahnya. Namun, mungkin Foursquare kehilangan gambaran yang lebih besar. Menyalahkan segalanya pada Trump mungkin sangat nyaman bagi beberapa orang. Mungkin ada faktor lain selain Trump dan kebijakannya. (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: