Eropa

Saat Arab Saudi dan Israel Bersatu Melawan Iran

Jum’at, 09 Maret 2018 – 07.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman membawa misi-misi berbahaya bagi kawasan.

Mantan wakil menteri luar negeri Israel Danny Ayalon yang juga berbicara dalam konferensi tersebut mengatakan, dia memiliki hubungan baik dengan para pemimpin Saudi. Ia mengatakan, Israel memiliki banyak kesamaan dengan negara-negara Teluk, Arab Saudi, UEA, dan Bahrain, terutama dalam melawan kekuatan Iran yang meningkat di wilayah tersebut.

Baca: Ankara: Saudi & UEA Gadaikan Mekkah, Madinah dan Yerusalem ke AS dan Israel

Associated Press (AP) melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah membuka pembicaraan dengan Arab Saudi terkait potensi perjanjian pengembangan nuklir. Perjanjian tersebut dinilai terkait erat dengan kecurigaan AS soal kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir.

Sekretaris Negara AS Bidang Energi Rick Perry disebut akan memimpin delegasi AS melakukan perundingan dengan pihak Saudi di London pada Ahad (09/03) ini. Pengungkapan itu diperoleh AP dari dua pejabat pemerintahan Trump dan tiga konsultan eksternal Pemerintah AS.

Pertemuan itu menyusul keinginan Saudi mengembangkan program energi nuklir untuk kepentingan sipil. Kerjasama AS-Saudi nanti disebut tanpa klausul pembatasan pengayaan uranium yang biasanya diterapkan AS dalam kerjasama-kerjasama nuklir mereka.

Baca: Surat ‘Busuk’ Israel kepada Riyadh Dukung Saudi Lawan Iran di Kawasan

Kendati demikian, pihak Saudi disebut bisa bersedia menerima pembatasan tersebut bila perjanjian nuklir dengan Iran diperketat. Dalam perjanjian antara AS beserta sejumlah negara-negara Eropa pada 2015 lalu, Iran masih boleh melakukan pengayaan uranium meski dibatasi pada level yang bisa digunakan membuat bom nuklir.

Poin perjanjian yang disepakati pada masa Presiden AS Barrack Obama itu ditentang Presiden Trump yang belakangan mengancam mencabut diri dari kesepakatan. Poin yang sama juga membuat Arab Saudi merasa mereka memiliki hak melakukan pengayaan uranium jika nantinya mengembangkan energi nuklir. “Tujuan kami adalah ingin memiliki hak yang sama dengan negara lain (terkait pengembangan nuklir),” ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubair, awal bulan ini, di Jerman.

Baca: Koalisi Busuk Bentukan Zionis-Saudi Untuk Hancurkan Islam dan Timur Tengah

Menurut AP, pejabat-pejabat di AS ingin menyegerakan kerjasama nuklir dengan Saudi meski ada potensi hal itu disalahgunakan Saudi guna membangun senjata nuklir. Pasalnya, jika AS menolak tawaran kerja sama, Saudi bsa berpaling ke Cina dan Rusia yang juga memiliki teknologi pengembangan tersebut. (SFA/Republika).

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pertemuan Rahasia Saudi, Israel dan Mesir | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: