Headline News

Saad Hariri: Lebanon Perkuat Kehadiran Militer di Perbatasan Israel

Sabtu, 17 Maret 2018 – 05.52 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LEBANON – Di tengah meningkatnya ancaman perang baru Tel Aviv terhadap Lebanon, Perdana Menteri Saad Hariri mengatakan Beirut akan memperkuat kehadiran militernya di perbatasan selatan Israel, dan menyeru masyarakat internasional untuk mendukung angkatan bersenjata Lebanon.

Baca: Rayu Saad Hariri, Bin Salman Berikan Mega Proyek Jutaan Dolar

Saad Hariri dihadapan perwakilan 40 negara dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada sebuah konferensi di Roma, Italia, Kamis (15/03/2018), yang bertujuan mengumpulkan dukungan finansial untuk Angkatan Bersenjata Lebanon (MILF).

Israel “ancaman utama bagi Lebanon,” kata Hariri, dan menekankan, “Kami akan mengirim lebih banyak pasukan LAF ke selatan, dan kami menekankan niat kami untuk menggunakan resimen lain.”

Rezim Israel telah menggelar dua perang penuh melawan Lebanon pada tahun 2000 dan 2006 untuk mengalahkan gerakan perlawanan Hizbullah di negara tersebut, yang merupakan kekuatan militer de facto Lebanon.

Baca: Senjata Terbaru Hizbullah Bikin AS, Israel dan Teluk Ketakutan

Israel gagal memenuhi ambisi dalam kedua kasus tersebut dalam menghadapi perlawanan keras Hizbullah, yang didukung oleh Angkatan Darat Nasional, dan sebaliknya melihat mitos tak terkalahkannya menjadi pukulan serius.

Komentar Hariri muncul di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Israel sedang mempersiapkan tindakan agresi lain melawan Lebanon, yang akan difokuskan pada melemahkan gerakan perlawanan.

Israel berkali-kali melanggar wilayah udara Lebanon, yang dilaporkan hampir setiap hari dengan mengirim pesawat tak berawak untuk misi mata-mata. Militer Israel juga telah berulang kali menargetkan sasaran Hizbullah di Suriah, di mana gerakan tersebut berhasil membantu pemerintah Suriah melawan terorisme Takfiri.

Hizbullah telah memperingatkan bahwa sebuah respon yang menghancurkan menunggu musuh, jika Israel memilih perang baru melawan Lebanon. Sheikh Qassem mengatakan bahwa Hizbullah tidak mengharapkan rezim Israel melancarkan perang untuk saat ini di Lebanon.

Baca: Hizbullah Vs Israel Diambang Perang Lebanon Jilid 3

Hariri lebih lanjut mengeluhkan bahwa “Israel terus membuat rencana untuk membangun dinding di daerah reservasi di sepanjang Jalur Biru,” mengacu pada garis yang ditunjuk PBB, yang menetapkan batasan penarikan mundur Israel dari Lebanon selatan.

Lebanon mengatakan bahwa tembok tersebut melewati wilayah yang termasuk wilayah Lebanon, namun berada di jalur biru. Presiden Michel Aoun mengatakan bahwa tembok tersebut akan melanggar wilayah Lebanon di 13 titik yang berbeda, dan menyerukan “koreksi” di sepanjang Garis Biru.

Hariri selanjutnya mempresentasikan pada konferensi tersebut dengan rencana lima tahun yang menguraikan masa depan dinas militer dan keamanan Lebanon. Menghadiri acara tersebut, kepala PBB juga mendesak masyarakat dunia untuk “menyatakan dukungan penuhnya” untuk Lebanon.

Baca: Kenapa Zionis Israel Tidak Berani Perang dengan Hizbullah? Ini Jawabannya

“Sekarang sangat penting bagi masyarakat internasional untuk menunjukkan solidaritas yang sama, solidaritas yang kuat dengan Lebanon,” kata kepala PBB tersebut, dan menambahkan, “Lebanon adalah pilar penting stabilitas di wilayah ini. Status ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa dari para pemimpin dan warga negara”.

Selama forum tersebut, Prancis telah berjanji untuk memberikan hampir $ 500 juta untuk mendukung tentara Lebanon, sementara Uni Eropa menawarkan $ 61,5 juta dan Inggris memberikan $ 13 juta. (SFA/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: