Headline News

Rusia Ungkap Pangkalan Tanf AS Jadi Pusat Bantuan Logistik untuk ISIS di Suriah

Sabtu, 07 Oktober 2017 – 06.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Pakar militer dan strategi Suriah, Brigadir Mohammed Issa mengomentari pernyataan yang diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashnikov, dia menyebutkan bahwa pangkalan militer Tanf milik AS yang terletak di perbatasan Suriah-Yordania digunakan untuk mendukung organisasi teroris ISIS.

Baca: Jenderal Suriah Bongkar Kebusukan Amerika yang Jelas Dukung ISIS

Konashinkov mengatakan bahwa perbatasan Suriah-Yordania telah menjadi “lubang hitam” yang digunakan oleh ISIS dan rekan mereka untuk melancarkan serangan terhadap tentara Suriah. Dia juga mengatakan bahwa pangkalan militer Tanf milik AS telah menjadikan pengungsi Suriah sebagai sandera dan perisai manusia.

Brigadir Mohammed Issa mengatakan dalam sebuah percakapan telepon dengan Sputnik pada hari Jum’at (06/10) bahwa perlu disebutkan beberapa fakta yang diperoleh dari perang melawan Suriah:

Pertama bahwa pasukan AS adalah pasukan pendudukan langsung di Suriah yang tidak memiliki dasar hukum atau moral.

Kedua, jika dalih mereka adalah memerangi terorisme, maka katakanlah pada kami, wilayah mana yang telah dibebaskan oleh militer AS dari ISIS?.

Ketiga, dari mana ISIS memperoleh semua dukungan logistik ini antara lain tank, artileri berat, pesawat tanpa awak, perangkat pengintai berbasis satelit? Siapa yang memberikan kepada mereka dan mengirimkannya?.

Baca: Pengakuan Heboh Clinton: Amerika Ciptakan Al-Qaeda, Nato-Israel Ciptakan ISIS

Pakar Suriah ini mengatakan bahwa “ISIS bukan hanya berupa tentara AS akan tetapi setiap penduduk lokal yang ingin melakukan perubahan geopolitik yang penting di Timur Tengah juga termasuk kader ISIS”.

Ia mengatakan bahwa “pemimpin militer Rusia dan Suriah telah menyatakan sebelumnya bahwa ISIS telah menerima senjata langsung dari AS dan bukan melalui perantara namun diterjunkan dengan parasut dari pesawat-pesawat AS, dan pihak AS mengklaim bahwa hal tersebut terjadi secara tidak sengaja. Lalu bagiamana mungkin kesalahan tersebut terjadi dengan jarak puluhan kilometer?”.

Issa mengatakan bahwa pangkalan militer Tanf memiliki tujuan agar ISIS dan pasukan sekutu AS dan pasukan yang datang dari 100 negara di dunia bisa menguasai wilayah yang terbentang dari Yordania di sepanjang perbatasan Irak-Suriah hingga ke Deir Ezzur dan kemudian sampai ke wilayah kepulauan Suriah yang terdapat pasukan Demokratis Suriah dan pasukan Kurdi yang didukung AS, dan dengan cara inilah Kurdi berhubungan dengan Israel melalui Golan”.

Baca: Terowongan Bawah Tanah ISIS Ditemukan Senjata Buatan Amerika

Pakar Suriah ini mengatakan bahwa “Impian orang-orang Kurdi untuk membentuk sebuah negara Kurdi yang terbentang dari Dataran Tinggi Golan timur, daerah perbatasan Suriah-Irak dan kepulauan Suriah yakni agar Kurdistan menjadi Israel lain, dan mewujudkan impian mereka menguasai sungai Efrat”.

Ia juga mengatakan bahwa “Israel akan membuat pasukan militer yang sangat besar, mungkin akan dibantu dengan Peshmerga dan akan memiliki tempat untuk memantau setiap perubahan yang mungkin terjadi di Turki dan Iran, atau memantau wilayah sebelah utara Irak dan Suriah”.

Ia menyimpulkan bahwa “pangkalan militer AS ini didirikan hanya untuk memberikan dukungan logistik dan pengintaian bagi kelompok militan yang bekerjasama dengannya, dan terlalu naif jika AS mengaku memerangi terorisme karena sebenarnya AS telah mendukung terorisme”. (SFA)

Sumber: Arabic.SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: