Eropa

Rusia: Tujuan AS di Suriah untuk Pecah Belah bukan Resolusi Krisis Politik

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova

Jum’at, 26 Januari 2018 – 08.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) tidak memberikan kontribusi pada penyelesaian krisis politik di Suriah, namun berusaha untuk membagi negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengutip pidato Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Universitas Stanford baru-baru ini, sebagai bukti kebijakan bermusuhan Washington terhadap Suriah.

Baca: Wajah Busuk Amerika di Suriah, AS Latih Militan Baru untuk Perangi Assad dan Rusia

“Setelah pidato Menteri Luar Negeri AS di Stanford dan laporan dari sumber-sumber militer AS mengenai pembentukan beberapa kelompok bersenjata di bawah naungan  AS untuk menjaga perbatasan Suriah utara, yang sebagian besar dihuni oleh Kurdi, sama sekali tidak ada strategi baru AS selain kebijakan membagi negara itu,” kata Zakharova.

Awal bulan ini, AS mengumumkan bahwa mereka bersamaan dengan koalisinya yang konon melawan kelompok teroris ISIS, akan membentuk “30.000 pasukan keamanan perbatasan” yang baru” di Suriah.

Tillerson juga mengisyaratkan kehadiran militer terbuka di Suriah sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk membuka jalan bagi “kepergian” Presiden Suriah Bashar Assad. “Amerika Serikat akan mempertahankan kehadiran militer di Suriah,” katanya.

Baca: Jenderal Suriah Bongkar Kebusukan Amerika yang Jelas Dukung ISIS

Diplomat AS selanjutnya meminta tekanan ekonomi pada pemerintah Suriah, dengan mengatakan, “Begitu Assad hilang dari kekuasaan, Amerika Serikat dengan senang hati akan mendorong normalisasi hubungan ekonomi antara Suriah dan negara-negara lain.”

Zakharova menekankan bahwa sikap Washington terhadap Suriah melanggar hukum internasional. “AS terus mengumumkan penggulingan presiden Suriah yang dipilih secara sah dari kekuasaan,” katanya.

Baca: Putin Bongkar Skenario Busuk AS di Suriah

“Kami yakin bahwa pendekatan semacam itu bertentangan dengan hukum internasional dan tidak berkontribusi pada penyelesaian politis masalah intra-Suriah berdasarkan Resolusi DK PBB 2254,” tambahnya. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: