Internasional

Rusia: Teroris Didikan AS Akan Serang Palmyra

Teroris didikan AS
Teroris didikan AS

MOSKOW – Para militan yang berusaha menyerang kota Palmyra mengklaim bahwa mereka termasuk kelompok “Lions of the East” yang ditempatkan di dekat pangkalan militer AS, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan, seperti dilansir Almasdarnews (01/09).

Baca: DAHSYAT! Pasukan Suriah Kuasai Jalan Raya Damaskus-Palmyra

Kelompok militan “Lions of the East” ditugaskan untuk melakukan serangan teroris di negara itu, dan akhirnya pihak Suriah menangkapnya dalam waktu satu minggu, Pusat Rekonsiliasi Rusia menyatakan.

“Tujuan militan adalah untuk melakukan serangkaian serangan teroris di sekitar kota Palmyra dan untuk memastikan berlalunya pasukan utama sekitar 300 militan untuk merebut kota itu minggu depan,” kata laporan pusat.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, para militan, yang ditangkap oleh pasukan pemerintah Suriah, mengklaim bahwa mereka telah dilatih dan dipersenjatai oleh instruktur Amerika di sebuah kamp dekat pangkalan militer AS di al-Tanf.

Baca: Satelit Rusia Ungkap Pangkalan Al-Tanf AS di Suriah Latih Ratusan Teroris

Informasi ini menyusul laporan bentrokan antara pasukan Suriah dan teroris di tenggara kota Palmyra.

“Hari ini, pukul 5:00 waktu setempat (02:00 GMT), 36 kilometer (22 mil) tenggara kota Palmyra, bentrokan antara pasukan pemerintah Suriah dan sekelompok militan, yang berusaha mendekati kota Palmyra di pemukiman di Tanf, bentrokan itu terjadi sebagai hasil dari dua teroris tewas, dua lagi ditahan dan sedang menjalani intrograsi,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menekankan bahwa tidak ada laporan operasi terhadap ISIS yang dilakukan oleh AS di wilayah tersebut.

Baca: Koalisi AS Akui Serang Pasukan Pemerintah Suriah di Al-Tanf

Kota kuno Palmyra dikuasai oleh kelompok teror Daesh/ISIS pada tahun 2015, tetapi setahun kemudian pasukan Suriah, dengan dukungan Rusia, kembali menguasai Palmyra. Namun, militan Daesh merebut kembali kota pada akhir 2016, sampai akhirnya dibebaskan oleh tentara Suriah, dengan dukungan Rusia pada Maret 2017. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: