Eropa

Rusia-Suriah Kecam Keras Serangan AS yang Menargetkan Militer Suriah

Sabtu, 20 Mei 2017 – 06.01 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JENEWA – Rusia-Suriah mengutuk serangan udara AS yang menargetkan pasukan anti-ISIS, dengan mengatakan bahwa serangan “kurang ajar” tersebut melanggar kedaulatan negara Arab Suriah dan menunjukkan klaim Washington untuk memerangi terorisme adalah palsu.

Militer AS melancarkan serangan terhadap sebuah konvoi militer Suriah yang menuju perbatasan dekat Yordania, tempat teroris ISIS berada. (Baca: Jet Tempur Koalisi AS Serang Basis Tentara Suriah di Kota al-Tanaf)

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov pada hari Jumat menggambarkan serangan tersebut sebagai “tidak dapat diterima,” yang juga merenggut nyawa warga sipil, RT melaporkan.

Berbicara di Jenewa, Gatilov mengatakan bahwa serangan tersebut melanggar kedaulatan Suriah dan tidak akan membantu upaya untuk mencapai solusi politik terhadap krisis yang sedang berlangsung di negara itu.

Sumber militer pemerintah Suriah mengatakan serangan AS mencapai “salah satu titik militer kami” pada Kamis malam, menewaskan beberapa orang dan menyebabkan kerusakan material, kantor berita SANA melaporkan. (Baca: Zakharova: Ini Bukti Pengkhianatan Amerika di Suriah)

Sumber tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut menghambat usaha tentara Suriah dan sekutu-sekutunya untuk memerangi teroris ISIS yang telah mendatangkan malapetaka di Irak dan Suriah selama bertahun-tahun.

“Serangan yang kurang ajar oleh koalisi internasional mengungkapkan kepalsuan klaim mereka tentang memerangi terorisme,” kata sumber tersebut.

“Tentara Arab Suriah memerangi terorisme di wilayahnya, dan tidak ada pihak yang memiliki hak untuk menentukan jalannya operasinya,” sumber militer Suriah menambahkan.

Media pemerintah Suriah tidak memberikan angka yang pasti mengenai jumlah korban, namun Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan delapan orang tewas dalam serangan tersebut.

AS mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan “pasukan pro-rezim … yang merupakan ancaman bagi pasukan AS dan mitra kerja” di basis Tanf dimana pasukan Amerika melatih apa yang mereka sebut sebagai militan “moderat”.

Yehya al-Aridi, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi yang didukung pihak oposisi yang mengadakan pembicaraan dengan delegasi pemerintah Suriah di Jenewa, menyambut baik serangan AS sebagai “tindakan keras” terhadap Damaskus.

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah jet AS membunuh hampir dua lusin warga sipil dalam sebuah serangan di sebuah wilayah di provinsi timur Suriah, Deir Ezzor, dekat perbatasan dengan Irak. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: