Eropa

Rusia Pertanyakan ketidakpedulian PBB Bantu Aleppo Pasca Pembebasan

Senin, 16 Januari 2017 – 00.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia terkejut oleh kurangnya bantuan kepada warga sipil di Aleppo dari organisasi internasional, meskipun kota ini telah dibebaskan dari militan selama satu bulan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayjen Igor Konashenkov mengatakan hal ini pada hari Sabtu (14/01). (Baca: Kenapa PBB Tak Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Aleppo?)

“Anehnya, setelah periode perhatian super-dekat untuk Aleppo dari organisasi-organisasi  internasional, keterlibatan dalam penghapusan ranjau kemanusiaan, sebulan kemudian tidak ada inisiatif untuk menawarkan bantuan kepada orang-orang di kota itu,” katanya. “Apakah otoritas PBB tentang penghapusan ranjau dan pusat internasional Jenewa untuk penghapusan ranjau kemanusiaan peduli pada fakta bahwa bekerja di Aleppo sejak pertengahan Desember tidak mempertaruhkan nyawa, dan semua jalan ke kota itu benar-benar bebas dan aman? Mereka pasti tahu hal itu. “

Mempertanyakan peran UNICEF, Jendral Suriah itu melanjutkan, bantuan utama untuk warga sipil Aleppo hingga saat ini di berasal dari pusat Rusia untuk rekonsiliasi, dari Komite Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Suriah. Warga sipil menerima pasokan obat-obatan, makanan, air, barang higienis dan pakaian hangat secara teratur. Mereka juga menerima bantuan medis. (Baca: IHR Belajarlah dari MER-C yang Kirim Bantuan Lewat KBRI di Suriah)

Dalam hal ini sang Jendral menyatakan keheranannya mengapa kemudian Organisasi-organisasi yang menamakan diri mereka sebagai organisasi kemanusiaan Internasional, bersama dengan pusat-pusat media barat, secara serempak “seolah tengah mengikuti sebuah perintah”tiba-tiba diam dan tak lagi membicarakan bantuan kemanusiaan pasca Pembebasan Aleppo.

“Hal ini memberi kesan bahwa banyak organisasi internasional, yang sebelumnya seakan berusaha ‘menerobos’ dengan bantuan kemanusiaan untuk Aleppo, sekarang setelah kota ini berhasil direbut kembali, semua tiba-tiba kehilangan minat secara bersamaan untuk menawarkan bantuan, ” kata juru bicara kementerian pertahanan Rusia itu lebih lanjut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: