Eropa

Rusia: ISIS Hijrah ke Asia, AS Tak Pernah Perangi Teroris di Suriah

Teroris pindah ke Asia

Moskow – Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoygu pada hari Selasa (24/04) mengatakan bahwa tujuan utama kehadiran AS di Suriah bukanlah untuk memerangi organisasi teroris namun untuk memperkuat kehadiran militernya di Suriah. Menteri Rusia ini juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok teroris ini banyak yang telah berpindah dari Irak dan Suriah menuju Asia Selatan, seperti dilansir Al Maalomah (24/04).

Baca: Mantan Anggota Ungkap Rahasia ISIS

Shoygu mengatakan dalam sebuah pidato saat pertemuan para menteri pertahanan pada Shanghai Cooperation Organisation di Beijing bahwa “tujuan utama AS dan koalisinya di Suriah bukanlah untuk memerangi teroris namun untuk memperkuat kehadiran militer dan ekonominya”.

Shoygu menambahkan bahwa “saat ini, semua kondisi telah diciptakan untuk menghidupkan Suriah sebagai negara yang bersatu dan tidak terpecah belah, akan tetapi untuk mencapai tujuan ini, semua pihak bukan hanya Rusia juga perlu berkontribusi untuk mewujdukan hal ini”.

Baca: Bongkar Kerjasama Rahasia Perusahaan Perancis “Lafarge” dengan ISIS di Suriah

Selain itu, ia mengatakan bahwa “situasi di Suriah semakin diperumit dengan penggunaan senjata modern dan canggih oleh para teroris, termasuk pesawat tanp awak”.

“Pesawat tanpa awak yang digunakan para teroris di Suriah mampu beroperasi sejauh lebih dari 100 kilometer dan hal ini tidak mungkin mereka miliki tanpa ada bantuan teknis dari negara-negara maju. Penggunaan senjata semacam ini di daerah padat penduduk tentu akan menimbulkan konsekuensi bencana”, ungkapnya.

Baca: Levant Report Ungkap Dokumen Rahasia “ISIS Ciptaan Amerika”

Shoygu menambahkan bahwa “setelah kekalahan memalukan, para teroris ini bergerak dari Suriah dan Irak menuju daerah-daerah lain, termasuk Asia Tengah dan Tenggara, di mana sel-sel teroris telah diciptakan di sana”. Ia juga mengungkapkan mengenai situasi Afghanistan yang semakin memburuk dan kebijakan Washington pada dasarnya turut berrkontribusi dalam meningkatkan aktivitas teroris di utara negara ini.

Shoygu juga mengatakan bahwa “kehadiran AS dan NATO di Afghanistan selama lebih dari 15 tahun tidak lantas memperbaiki situasi di sana, tetapi pada dasarnya mereka sedang berusaha untuk mendapat pijakan di negara itu utntuk memperkuat pengaruh mereka pada negara-negara kawasan Asia Tengah”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: