Eropa

Rusia, Iran, dan Suriah Kompak Kutuk Serangan Rudal AS di Homs

Sabtu, 15 April 2017 – 06.17 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia, Suriah, dan Iran sekali lagi mengutuk serangan rudal jelajah AS ke sebuah pangkalan udara militer Suriah dengan dalih menanggapi dugaan serangan gas kimia di kota Khan Shaykhun, dan menyerukan penyelidikan imparsial atas insiden tersebut. (Baca: Serangan AS ke Pasokan Gas Beracun ISIS Sebabkan Kematian Warga Sipil)

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem, bersama dengan rekan-rekannya Iran dan Rusia, Mohammad Javad Zarif dan Sergei Lavrov, berbicara pada konferensi pers bersama di Moskow pada hari Jumat, RT melaporkan.

Muallem lebih lanjut mengecam Washington atas sikap permusuhan terhadap bangsa Suriah, dan menekankan bahwa Damaskus menginginkan penyelidikan yang tidak “memihak” dan “cepat” atas dugaan serangan gas kimia yang menewaskan lebih dari 80 orang di Khan Shaykhun pada awal bulan ini. (Baca: Parlemen Rusia: Serangan AS ke Suriah Sebabkan Perang Nuklir)

Negara-negara Barat dan militan telah menuduh pemerintah Damaskus berada di balik serangan itu, tanpa menunjukkan bukti atas klaim mereka. Pemerintah Suriah menolak peran apapun dalam serangan itu terhadap warga sipil.

Amerika Serikat menggunakan insiden Idlib sebagai dalih untuk menghantam sebuah lapangan udara militer Suriah dengan 59 rudal jelajah Tomahawk pada Jumat lalu.

Ketiiga diplomat mengutuk serangan rudal AS sebagai tindakan agresi dan menekankan mereka memiliki kerjasama dalam upaya untuk menyelesaikan krisis di Suriah.

“Kami telah menegaskan posisi kami dan bersatu dalam menyatakan bahwa serangan itu adalah tindakan agresi, yang terang-terangan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB,” kata Lavrov.

“Kami menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghormati kedaulatan Suriah dan menahan diri dari tindakan yang mirip dengan apa yang terjadi pada tanggal 7 April, dan memiliki konsekuensi yang serius tidak hanya untuk kawasan, tetapi juga keamanan global,” tambahnya.

Konferensi pers datang mengikuti perundingan tertutup antara tiga menteri luar negeri tentang situasi di Suriah.

Pertemuan Zarif, Muallem, dan Lavrov menjanjikan dukungan Rusia untuk Damaskus dalam memerangi terorisme dan memulihkan perdamaian di Suriah, RT melaporkan. (Baca: Serangan AS ke Suriah Fakta Washington Menjadi Angkatan Udara ISIS)

“Kami menuntut penyelidikan menyeluruh, obyektif dan tidak bias dari keadaan penggunaan zat kimia di Khan Shaikhoun pada 4 April,” katanya, dan menambahkan bahwa tim investigasi harus menyertakan inspektur yang dipilih dari berbagai negara-negara di dunia untuk memastikan objektivitas.

Zarif, pada gilirannya, mengatakan “negara-negara tertentu” telah mengadopsi pendekatan hypocritical dalam menangani isu senjata kimia, mengutip sejarah Iran menderita serangan senjata kimia oleh rezim diktator yang didukung AS, mantan PM Irak, Saddam Hussein, di perang tahun 1980-an. (Baca: Iran Kecam Keras Serangan AS ke Suriah)

Dokumen CIA menunjukkan bahwa AS sangat menyadari bahwa Saddam menggunakan CWS terhadap Iran, tapi tidak menentangnya, bahkan menyediakan layanan intelijen untuk serangan tersebut. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Tentara Suriah Menuju Benteng Terakhir ISIS di Homs | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: