Eropa

Rusia Desak AS Stop Dukung Teroris di Ghouta Timur

Jum’at, 16 Maret 2018 – 09.14 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendesak koalisi pimpinan AS untuk berhenti mendukung teroris di Suriah, terutama di Ghouta Timur, dimana ketegangan telah meningkat.

“Yang paling penting adalah bahwa di Ghouta Timur dan tempat lain di Suriah, koalisi pimpinan AS, yang melakukan operasi udara di sana dan memiliki sejumlah besar pasukan khusus di lapangan, tidak lagi mendukung teroris, seperti Jabhat Nusra dan semua faksi lain yang dianggap Barat tidak ekstremis,” kata Menteri Luar Negeri Rusia, Middle East News melaporkan.

Baca: BreakingNews, Jet Tempur Rusia-Suriah Lakukan Operasi Gabungan di Ghouta Timur

“Untuk beberapa alasan, faksi-faksi ini bekerja di bawah payung Jabhat Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda, dan memiliki komando bersama. Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 menuntut untuk menghindari teroris,” kata diplomat tersebut.

“Berbicara tentang Suriah, saya ingin mengatakan bahwa kita akan terus memerangi teroris, kita akan mengalahkan mereka, kita akan membantu mengalahkan teroris di Ghouta Timur, di mana tentara Suriah melakukan operasi anti-teroris dengan dukungan kita,” Lavrov menambahkan.

Menlu Rusia juga menekankan bahwa Moskow akan membuat “pengecualian kemanusiaan”, yang berarti bahwa mereka yang ingin keluar dari daerah tempur dan menerima bantuan kemanusiaan dapat menggunakan koridor kemanusiaan, seperti yang diumumkan sebelumnya oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca: Tentara Suriah Sukses Hajar Teroris dan Kuasai Wilayah Baru di Ghouta Timur

Dia juga menekankan bahwa tidak mungkin memperlambat proses penyelesaian politik di Suriah, selain terus berjuang melawan teroris dan menyelesaikan masalah kemanusiaan, isu-isu yang membuat pihak-pihak yang terlibat konflik dapat berkontribusi lebih banyak.

Moskow akan bekerja untuk pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB di Suriah, Lavrov mengatakan, dan menambahkan bahwa “Kami akan bekerja untuk penegakan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang memerlukan penghormatan terhadap integritas teritorial, kebebasan, independensi dan kedaulatan Suriah”.

Baca: Teroris Semakin Terpuruk di Harasta, 60 Persen Ghouta Timur Dikuasai Tentara Suriah

Rusia, Iran dan Turki akan merumuskan rekomendasi untuk Damaskus dan oposisi Suriah setelah pertemuan di Astana, Lavrov menyatakan.

Pembicaraan Astana ditujukan untuk menemukan solusi bagi konflik Suriahuntuk menuju perdamaian di negara ini. Sebagai hasil dari negosiasi, empat zona de-eskalasi telah didirikan di Suriah, yaitu di Idlib dan bagian-bagian provinsi Lattakia, Hama, dan Aleppo yang berdekatan; di bagian utara provinsi Homs; di Ghouta Timur dekat Damaskus dan di bagian-bagian tertentu dari provinsi Dara’a Selatan dan Quneitra di negara ini. (SFA/FNA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jeish Al Islam Dipaksa Tunduk kepada Suriah | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: