Eropa

Rusia dan Iran Kutuk Serangan Israel ke Bandara Internasional Damaskus

Jum’at, 28 April 2017

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia dan Iran mengutuk serangan Israel ke bandara internasional Damaskus sebagai tindakan agresi dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah.

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Hossein Dehqan mengutuk serangan tersebut pada hari Kamis pagi, yang menarget bandara internasional Damaskus, yang menyatakan bahwa agresi tersebut sejalan dengan kebijakan Israel dalam membantu kelompok-kelompok teroris yang memerangi pemerintah Suriah.

“Menurut pendapat saya, operasi tersebut ditujukan untuk membantu teroris,” kata Dehqan saat berkunjung ke Moskow, dan menambahkan bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk merongrong kemajuan yang dibuat oleh pemerintah Suriah dalam melawan kelompok teroris.

“Ketika perlawanan para teroris mengendur, serangan tersebut menyusul, membawa sebuah pesan pada mereka yang mengatakan: ‘Kami membela dan melindungi kalian, jadi jangan khawatir dan jika perlu kami akan campur tangan,” kata Menteri Pertahanan Iran.

Serangan semacam itu “hanya bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup teroris,” tambahnya.

Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz membenarkan serangan pada Kamis pagi tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu sesuai dengan kebijakan Israel untuk menargetkan depot senjata milik gerakan perlawanan Lebanon Hizbullah, sekutu utama pemerintah Suriah dalam perjuangannya melawan militan Takfiri.

“Saya dapat memastikan bahwa insiden di Suriah benar-benar sesuai dengan kebijakan Israel,” katanya.

Rusia yang juga telah membantu Damaskus dalam pertempuran anti-teror sejak September 2015, juga mengecam serangan di dekat Damaskus sebagai tindakan agresi.

“Moskow mengecam tindakan agresi terhadap Suriah dan menganggap bahwa agresi itu tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan hukum internasional,” juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan pada hari Kamis, dan menambahkan, “Kami mendesak semua untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah, negara anggota PBB.”

Pihak berwenang Suriah secara resmi belum melaporkan tingkat kerusakan yang diderita dalam serangan tersebut dan korban jiwa yang ditimbulkan. Namun, kantor berita SANA yang dikelola negara mengutip pejabat Suriah yang telah menyalahkan Israel atas serangan tersebut. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa daerah tersebut dilanda peluru kendali yang ditembakkan dari wilayah Palestina yang diduduki. Sementara laporan, jaringan berita al-Aalam, mengatakan bahwa jet tempur Israel telah melakukan lima serangan ke bandara internasional Damaskus.

Ada banyak laporan yang menunjukkan bahwa militan yang memerangi pemerintah Damaskus sejak tahun 2011 menikmati dukungan senjata dan perawatan medis dari Israel. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: