Asia

Rusia, China Sambut Baik Rencana Pertemuan Kim Jong-Un dan Trump

Sabtu, 10 Maret 2018 – 06.06 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BEIJING – Sebuah pengumuman tak terduga bahwa sebuah pertemuan sedang direncanakan antara kedua pemimpin yang sebelumnya adalah musuh bebuyutan, Trump dari  Amerika Serikat dan Kim Jong-Un dari Korea Utara, telah disambut oleh negara-negara regionalnya seperti  China dan Korea Selatan, serta negara lain seperti Rusia.

Baca: Kim Yo-Jong ‘Senjata Rahasia dan Canggih’ Terbaru Korut

Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah pertemuan “sedang direncanakan” dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un beberapa jam setelah berbicara dengan kepala keamanan nasional Korea Selatan Chung Eui-yong pada hari Kamis (08/03) lalu.

Chung, yang telah melakukan kunjungan ke Pyongyang awal pekan ini, mengatakan bahwa dia telah menyampaikan sebuah pesan kepada Trump bahwa Kim “berkomitmen untuk melakukan demiliterisasi” dan telah “berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari uji coba nuklir atau rudal lagi” jika keamanannya dijamin.

Berbicara di luar Gedung Putih pada hari Kamis, ia mengatakan bahwa Trump telah menyatakan keinginannya untuk duduk bersama Kim “sesegera mungkin”.

Baca: Perang Mulut Panas AS VS Korut, Trump Sebut Kim Jong Un Pemimpin Bejat

“Kim berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari tes nuklir atau rudal lagi,” kata Chung. “Dia mengerti bahwa latihan militer gabungan rutin antara Republik Korea dan Amerika Serikat harus dilanjutkan. Dan dia mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Presiden Trump sesegera mungkin. “

China

China, sekutu utama Korea Utara, mengatakan bahwa pihaknya menyambut “sinyal positif” dari kedua belah pihak.

“Kami menyambut sinyal positif oleh AS dan Korea Utara ini dalam melakukan dialog langsung,” juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang mengatakan hal ini pada sebuah konferensi pers reguler pada hari Jumat. Ia mengatakan bahwa “isu nuklir Semenanjung Korea bergerak ke arah yang benar.”

Baca: Provokasi CIA kepada Korut Terkait Senjata Nuklir

Beijing telah lama mendorong AS dan Korea Utara untuk mengadakan dialog langsung. Namun ketika ditanya apakah China bisa menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, juru bicara tersebut hanya mengatakan bahwa peran “Beijing dalam meredakan ketegangan sangat diperlukan.”

Rusia

Rusia berharap pertemuan tersebut benar-benar bisa berlangsung. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga memuji usulan pertemuan tersebut pada hari Jumat (09/03), dengan mengatakan, “Kami berharap pertemuan ini akan benar-benar berlangsung.”

“Tentu, diperlukan untuk menormalkan situasi di sekitar Semenanjung Korea,” ujar Lavrov sebagaimana dikutip oleh kantor berita Rusia, TASS.

Korsel

Korea Selatan akan memastikan pertemuan ini bisa benar-benar dilangsungkan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung mengatakan bahwa Seoul sedang berkonsultasi dengan Washington mengenai rencana pertemuan puncak antara Trump dan Kim. Kang sebelumnya mengatakan pada hari Jumat bahwa Korea Selatan akan memastikan bahwa KTT tersebut berlangsung dan itu menjadi “pertemuan yang berarti dengan hasil yang baik.” (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: