Eropa

Rusia Bantah Laporan Inggris Terkait Bantuan Kemanusiaan Aleppo

Minggu, 04 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia pada hari sabtu (03/12) mengkritik pernyataan yang dilontarkan juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May yang menuduh Moskow menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang dilanda konflik di Aleppo. (Baca: HEBOH! Putin Akan Kunjungi Damaskus dan Pidato di Aleppo)

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Jenderal Igor Konashenkov mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “kantor pusat Rusia untuk koordinasi perdamaian telah memberikan bantuan setiap harinya kepada warga sipil yang terkena dampak peperangan sejak tentara Suriah melancarkan operasinya untuk merebut kembali kota Aleppo, sementara Inggris yang telah menuduh Rusia, selama lebih dari 5 tahun berlalu sejak pecahnya konflik dan krisis Suriah tidak memberikan bantuan apapun bahkan satu gram tepung atau satu pil obat ataupun selimut untuk membantu sejumlah warga sipil yang membutuhkan”, seperti dilansir oleh kantor berita almaalomah (03/12).

Ia juga menambahkan bahwa “pasukan tentara Suriah sejak 28 November telah berhasil merebut kembali sekitar setengah wilayah yang dikuasai kelompok militan di timur Aleppo, dan berhasil membebaskan sekitar 90.000 orang yang tinggal dalam cengkeraman kelompok militan serta 28.000 orang lainnya termasuk 14.000 anak-anak yang telah melarikan diri dari wilayah-wilayah timur Aleppo ke wilayah-wilayah yang aman di bawah kendali tentara pro-pemerintah Suriah”. (Baca: Ribuan Demonstran di Inggris, Protes Keterlibatan Militer Negaranya di Suriah)

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia bertanya-tanya, “pernyataan yang begitu membingungkan yang telah dilontarkan oleh pemerintah Inggris menimbulkan pertanyaan apakah juru bicara Theresa May sedang menyatakan sikap pribadinya atau sikap negaranya?”.

Pada akhir pernyataannya, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengarahkan ucapannya untuk para pejabat Inggris dan berkata, “Jika pemerintah Inggris benar-benar ingin memberikan bantuan kepada penduduk wilayah timur Aleppo, semua kondisi tersedia dan memungkinkan untuk melakukan hal itu, dan jika disana tidak ada bantuan apapun dari Inggris maka janganlah Inggris mencegah pihak lain untuk memberikan bantuan”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: