Eropa

Rusia Anggap Operasi Militer Turki Langgar Kedaulatan Suriah

Minggu, 11 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Kementrian Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas serangan dari pasukan Turki dan faksi-faksi bersenjata yang didukung oleh Ankara dalam wilayah Suriah.

Kementrian Luar Negeri Rusia menyatakan dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Rabu (07/09), bahwa operasi-operasi militer ini dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah Suriah yang sah dan tanpa otoritas dari Dewan Keamanan PBB. (Baca: Tak Ada Keseriusan Rezim Turki Selesaikan Krisis di Suriah)

Ia juga melanjutkan bahwa “Operasi-operasi militer ini telah menempatkan kedaulatan Republik Arab Suriah dalam keraguan”.

Sikap Damaskus yang menolak operasi-operasi militer Turki di tanah Suriah dianggap adil dan dibenarkan dari sudut pandang Hukum Internasional.

Pernyataan itu juga menyatakan, “Jika kami membiarkan operasi-operasi militer Turki di Suriah, hal ini akan memperumit situasi militer dan politik yang sudah sulit di Suriah, selain itu juga memberikan dampak negatif pada upaya-upaya internasional dalam penyelesaian konflik Suriah, yang mana upaya-upaya ini menciptakan keadaan yang lebih stabil ketika dihentikannya permusuhan, dan mengirim bantuan kemanusiaan tanpa gangguan, secara keseluruhan hal ini akan membentuk rekonsiliasi yang solid dan mengatasi krisis negara ini”. (Baca: Vladimir Safronkov: Turki Selalu Merusak Perjanjian Solusi Konflik di Suriah)

Pernyataan tersebut juga meminta Ankara untuk meletakkan tujuan yang disebutkan (dalam pernyataan) yang telah menggelapkan matanya sebelum berfikir tentang tujuan taktis militernya, serta mendesak Turki untuk menahan diri dari setiap langkah yang melemahkan stabilitas Suriah.

Disebutkan bahwa pasukan Turki telah memulai operasi “Perisai Efrat” di Suriah Utara pada 24 Agustus dengan maksud untuk membersihkan daerah perbatasan Turki-Suriah dari organisasi ISIS. (Baca: Koran Jerman: Operasi ‘Perisai Efrat’ Tidak Hanya Berbahaya Bagi Timur Tengah, Tapi Eropa)

Sejak awal operasi dilakukan di Suriah Utara, meletus berbagai bentrokan antara milisi Kurdi dan beberapa faksi dari “Jays al-Hurr” atau Tentara Kebebasan yang didukung oleh Turki. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: