Eropa

Rusia: Amerika Biang Kerok di Kawasan, Bukan Iran

Maria Zakharova, Jubir Kemenlu Rusia
Maria Zakharova

MOSKOW – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengecam AS karena mencoba mengacaukan Iran dengan meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 dan menjatuhkan sanksi terhadap negara itu, mengatakan bahwa Washington, bukan Teheran, yang merusak keamanan regional.

Baca: Rusia Kutuk Sanksi AS ke Iran Karena Langgar Resolusi PBB

“Moskow menganggap pernyataan terbaru oleh duta besar AS untuk London mengenai kesepakatan nuklir Iran adalah “keliru dan tidak pantas,” kata Zakharova sebagaimana dikutip RIA Novosti.

Robert Wood Johnson, duta besar AS untuk Inggris, baru-baru ini mengatakan bahwa London harus berpihak pada Washington daripada Brussels atas Iran, meminta “sekutu terdekat” Amerika  itu  untuk mengubah sikap pada kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Baca: Siasat Licik Israel Rayu Rusia Tendang Iran dari Suriah

Dalam tulisannya untuk The Telegraph, Johnson menantang Inggris “untuk meninggalkan tetangga Eropa mereka yang masih mendukung kesepakatan untuk berdagang dengan Iran dan bergabung dengan Amerika untuk memberlakukan sanksi keras”.

Zakharova bereaksi terhadap pernyataan utusan AS tersebut, mengatakan bukan Teheran yang mengguncang kawasan, “tetapi mereka yang terlalu menyepelekan perjanjian internasional (seperti AS), terutama di bidang-bidang seperti keamanan nuklir.”

Zakharova  menambahkan bahwa saat ini AS sedang mencoba untuk “mengacaukan situasi di dalam Iran melalui sanksi ekonomi ilegal dan melalui tekanan politik.”

Pada tanggal 8 Mei, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari JCPOA, yang dicapai di Wina pada tahun 2015 setelah bertahun-tahun negosiasi di antara Iran dan Kelompok 5 + 1 (Rusia, Cina, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman).

Baca: Mogherini Semprot Israel Hanya IAEA yang Berhak Nilai Program Nuklir Iran

Setelah keluarnya AS, Iran dan pihak-pihak  yang tersisa meluncurkan pembicaraan untuk menyelamatkan kesepakatan tersebut.

Uni Eropa dan tiga pihak Eropa di JCPOA, termasuk Inggris, telah menentang seruan AS untuk membatalkan kesepakatan nuklir, mengatakan itu adalah kesepakatan yang baik dan harus dipertahankan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: