Fokus

Rusia Ajak Masyarakat Dunia Tolak Provokasi Serangan Kimia di Idlib

Senjata Kimia di Idlib
Senjata Kimia

MOSKOW – Rusia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menyadari tanggung jawabnya untuk mencegah provokasi senjata kimia di Suriah, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

“Saya masih tidak akan berbicara tentang risiko menggunakan senjata kimia, tetapi tentang risiko provokasi menggunakan senjata kimia untuk menyalahkan pemerintah Suriah sesudahnya, karena provokasi seperti itu sedang dipersiapkan, tidak ada keraguan. Baik di PBB maupun di Den Haag, dimana markas besar OPCW berada, kami menyerahkan fakta-fakta konkrit yang diperoleh dari berbagai sumber,” kata Lavrov.

Baca: Putin: Assad Tidak Memiliki Peran Apapun dalam Serangan Kimia di Idlib

“Perlu upaya agar organisasi-organisasi internasional merasa bertanggung jawab atas provokasi yang sedang direncanakan (di Suriah) dan berbicara menentang upaya-upaya semacam itu,” Lavrov menekankan.

Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Suriah memiliki hak untuk mengejar “teroris” keluar dari kantong Idlib yang dikuasai pemberontak, dan menekankan bahwa pembicaraan sedang berlangsung untuk mengatur koridor kemanusiaan disana.

Baca: Militer Suriah Bantah Penggunaan Senjata Kimia di Idlib

“Di daerah ini, di zona de-eskalasi ini, harus ada pemisahan oposisi bersenjata, siap untuk berdialog dengan pemerintah, dari teroris Jabhat al-Nusra dan organisasi lain yang diakui sebagai teroris oleh DK PBB. Teroris menentang pemisahan semacam itu,” kata Lavrov.

Dia mengatakan teroris “mencoba secara finansial dan dengan cara lain, termasuk melalui intimidasi, tidak membiarkan kelompok-kelompok bersenjata yang tidak menjadi bagian dari Jabhat al-Nusra dan meninggalkan wilayah serta memaksa mereka untuk bekerjasama dengan mereka.”

Baca: Lavrov: Amerika Terus Kobarkan Api di Idlib Suriah

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem telah memperingatkan kemungkinan agresi AS-Inggris-Prancis dan konsekuensi bencana dari upaya Barat untuk mengacaukan negaranya. Dia juga menyatakan bahwa White Helmets telah menculik 44 anak di Idlib untuk digunakan dalam serangan kimia.

Pada 25 Agustus, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, mengatakan bahwa teroris Tahrir al-Sham (berafiliasi dengan organisasi teror Jabhat Nusra) sedang mempersiapkan provokasi di provinsi Idlib untuk menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: