Eropa

Rudal Torpedo ‘Hari Kiamat’ Rusia Hasilkan Daya Ledak Super Tinggi

Jum’at, 09 Maret 2018 – 02.23 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Satu dari lima sistem senjata nuklir terbaru Presiden Rusia, Vladimir Putin, diresmikan pekan lalu. Senjata yang mematikan itu adalah sebuah torpedo hari kiamat (doomsday torpedo), yang diklaim bisa melintasi samudra dan menghasilkan daya ledak multimegaton atau daya ledak super tinggi.

Baca: Rudal Rusia Terbaru “Satan 2” Yang Mampu Hancurkan Perancis

Baru-baru ini, sebuah rekaman mengenai cara kerja sistem senjata tersebut beredar di platform pengunggah video. Banyak warganet yang mengira bahwa benda yang ditampilkan dalam video itu adalah doomsday torpedo, seperti dikutip dari Popular Mechanics, Rabu, 7 Maret 2018.

Objek tersebut kemudian diketahui bernama Kanyon atau Status-6. Rekaman mengenai Kanyon pertama kali bocor pada tahun 2015. Detailnya terdengar amat mengerikan, sehingga banyak yang meragukan keasliannya. Namun, pada Desember lalu, senjata tersebut muncul di Pentagon’s Nuclear Posture Review.

Baca: Rusia Kirim Sistem Pertahanan Rudal Terbaru dan Canggih S-400 ke Suriah

Kanyon digambarkan sebagai kendaraan bawah laut otonom antarbenua dengan muatan hulu ledak termonuklir, berukuran sekitar 80 kaki, dan berbentuk torpedo. Kanyon menggunakan empat baling-baling untuk mencapai kecepatan hingga 100 knot atau 115 mph (meter per hour).

Kanyon dibawa oleh kapal selam induk Rusia dan bisa dilepas ribuan mil ke arah sasaran. Senjata ini bisa mengendalikan dirinya sendiri. Artinya, sekali diluncurkan, Kanyon tidak bergantung pada perintah tuannya. Begitu mengenai sasaran, torpedo tersebut langsung meledakkan hulu ledak termonuklirnya yang berkekuatan 100 megaton.

Baca: Untuk Pertama Kalinya Rudal Super Canggih ‘Iskander’ Rusia di Timur Tengah

Kanyon digunakan untuk menyerang target yang berbasis di laut, seperti kapal selam induk, yang jaraknya bermil-mil. Meski kebanyakan kapal armada musuh memiliki alat pendeteksi anti-rudal, kecepatan tinggi Kanyon dan kemampuan untuk membunuh dari kejauhan disebut-sebut tak terbaca radar. Contoh saja apabila Kanyon ditargetkan ke San Francisco Bay Area, tepatnya diledakkan di Golden Gate Bridge.

Sistem senjata ini diklaim mampu melenyapkan San Francisco, menewaskan 1,3 juta orang di California Utara dan melukai 1,1 juta lainnya. Kota tersebut juga akan diselimuti oleh awan berbahaya yang berasal dari radiasi ledakan, menyebar hingga timur Montana.

Kanyon mengandung isotop radioaktif berbahaya, sehingga juga disebut “salted bomb” atau bom garam. Pada masa mendatang, sistem ini dirancang Rusia untuk mengatasi pertahanan anti-rudal Amerika Serikat. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: