Asia

Rodrigo Duterte Tolak Bertemu Sekjen PBB “Ban Ki-Moon”

Jum’at, 02 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa karena menyoroti kebijakannya memerangi narkoba. Perintah Duterte kepada polisi memicu kekerasan -termasuk pembunuhan tanpa pengadilan skala besar- di seluruh negeri terhadap pelaku kejahatan narkoba.

Saat berpidato di Ibu Kota Manila, Rabu (17/8), Duterte meminta PBB tidak ikut campur urusan dalam negerinya. Dia mengklaim dipilih rakyat Filipina untuk bersikap keras pada pengedar narkoba, dan kini sedang memenuhi janji itu. (Baca: Rodrigo Duterte Ancam PBB dan Pegiat HAM Jika Ikut Campur Urusan Filipina)

“Untuk apa sih PBB mengurusi republik ini? Yang terbunuh juga baru seribu orang tapi seakan-akan Filipina harus disudutkan”, ujarnya Saat menghadiri seremoni Hari Jadi Kepolisian Filipina.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Penolakan ini merupakan dampak dari kritik PBB atas kebijakan perang terhadap narkoba yang dijalankan oleh Duterte.

Sekjen PBB Ki-moon telah meminta pertemuan dengan Duterte di Laos, yang menjadi tuan rumah pertemuan puncak pemimpin ASEAN pada pekan depan. Namun para pejabat dari kantor Duterte mengatakan Ban Ki-moon tidak bisa masuk dalam daftar pertemuan. (Baca: Surat Imaginer Rodrigo Duterte Kepada Denny Siregar Tentang Jokowi)

“Permintaan pertemuan telah dilakukan tetapi kami tidak bisa menemukan waktu yang pas,” kata juru bicara Ban, Stephane Dujarric, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (2/9/2016).

Sementara juru bicara Presiden Filipina Ernesto Abella mengkonfirmasi jika Duterte tidak akan bertemu Ki-moon, tetapi menolak untuk mengomentari apakah hal tersebut terkait dengan kritik PBB.

“PRRD memiliki alasan sendiri untuk tidak bertemu dengan beberapa pemimpin. Ini ada alasan untuk berspekulasi tentang hubungan Filipina dengan komunitas bangsa-bangsa,” katanya, menggunakan inisial untuk Presiden Rodrigo Roa Duterte. (Baca: Rodrigo Duterte ‘The Punisher’ Sang Pemburu Bandar Narkoba)

Sebelumnya, menyusul kritikan terhadap lonjakan pembunuhan yang menyertai kampanye anti-narkoba, Duterte mencerca PBB dalam sebuah konferensi pers. Ia kemudian mengancam akan keluar dari PBB dan bakal mengajak China serta negara-negara Afrika untuk sebuah organisasi global alternatif. (SFA/Sindonews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: