Fokus

Rocky Gerung di ILC Sebut Kitab Suci Adalah Fiksi

Rabu, 11 April 2018 – 08.08 Wib,

JAKARTA – Pengamat politik Ricky Gerung mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi. Dan itu berbeda dengan fiktif.

Baca: Surat Terbuka Denny Siregar kepada Eep Saifullah

Pernyataan kontroversial itu disampaikan oleh Rocky Gerung dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa, 10 April 2018. Menurut Rocky Gerung saat ini kata fiksi dianggap negatif karena dibebani kebohongan, sehingga fiksi itu selalu dimaknai sebagai kebohongan.

“Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” ujarnya. Telos sendiri dalam bahasa Yunani berarti ‘akhir’, ‘tujuan’, atau ‘sasaran’.

Dia memperjelas jika fiksi itu baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif.

Dosen mata kuliah filsafat itu mengambil contoh Mahabharata. Menurutnya, Mahabharata adalah fiksi, tapi itu bukan fiktif. Rocky berargumen, fiksi itu kreatif. Sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan ia menunggu telosnya.

Baca: Ahok Hancurkan Tradisi Perpolitikan Indonesia

“Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya menjelaskan.

Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi. “Kimianya sama, dalam tubuh sama, dan jenis hormon yang diproduksi dalam tubuh sama,” ujarnya.

Pernyataannya itu langsung dibantah oleh Faisal Akbar sembari menanyakan kitab suci agama mana yang disebut fiksi itu. Terhadap pertanyaan Faisal Akbar itu Gerung tidak menyebut kitab suci agama mana yang dimaksudkannya.

Dari uraian Rocky Gerung yang saya ikuti di ILC itu saya menangkap kesan bahwa dosen filsafat UI itu menyebut kitab suci disebut fiksi karena ada bagian yang diungkapkan kitab suci justru sesuatu yang belum terjadi.

Dia antara lain menyebut pemahaman agama tentang eskatologis yang menurut saya artinya kehidupan sesudah kematian.

Baca: Eko Kuntadhi: Kembali kepada Quran dan Hadis Adalah Slogan Busuk Kelompok Radikal

Lalu apakah karena bahagian bahagian yang dinyatakan dalam kitab suci itu belum terjadi maka ia dapat menyebut kitab suci adalah fiksi?.

Dalam pandangan saya yang awam ini ada yang tidak tepat ungkapan Rocky Gerung tentang hal ini.

Fiksi adalah cerita,novel atau apapun namanya yang ditulis dan yang dikarang manusia.Karenanya cerita pada karya fiksi itu bisa benar benar terjadi atau bisa sama sekali tidak pernah terjadi.

Andainya cerita fiksi itu bisa benar benar terjadi, itu karena kehebatan si pengarang untuk memprediksi atau berimajinasi tentang apa yang akan terjadi.Tetapi terjadinya hal itu bukanlah karena kuasa yang ada ditangan si pengarang. Bahkan cerita itu bisa terjadi sesudah pengarangnya meninggal dunia.

Sedangkan kitab suci adalah firman Tuhan Sang Pencipta Alam.Sesuatu yang telah diwahyukan yang kemudian tertulis dalam kitab suci .Adalah sesuatu yang pasti akan terjadi.

Sebutlah misalnya tentang surga dan neraka. Memang belum ada kita yang hidup sekarang ini sudah pernah melihatnya dan juga belum ada diantara kita yang hidup sekarang ini sudah pernah kesana .Tetapi bukan berarti surga dan neraka itu belum ada.Hal itu dengan jelas dinyatakan dalam Alquran, kitab suci ummat Islam.Jadi tidak lah bisa disebut isi Alquran yang bercerita tentang surga dan neraka itu merupakan fiksi.

Dengan contoh yang demikian maka menurut saya sungguh tidak tepat apabila Rocky Gerung menyatakan kitab suci adalah fiksi. (SFA)

Sumber: Kompasiaana dan Viva

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Abu Janda Boliwudi Polisikan Rocky Gerung | SALAFY NEWS

  2. Pingback: UI Pastikan Rocky Gerung Bukan Seorang Dosen | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: