Eropa

Ribuan Orang Demonstrasi Anti-Trump Jelang Pertemuan Puncak NATO di Brussels

Jum’at, 26 Mei 2017 – 06.06 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BRUSELS – Sekitar 12.000 demonstran berbaris di Brussels dan memenuhi alun-alun ibukota Belgia beberapa jam setelah Trump mendarat untuk melakukan pertemuan dengan para pemimpin Eropa dan NATO. (Baca: NATO dan AS Kompak Keroyok Rusia)

Mereka melambaikan spanduk dan membawa patung berambut pirang berbentuk presiden AS, sambil meneriakkan “Trump tidak diterima.”

Polisi menyatakan jumlah demonstran sekitar 9.000 orang.

Para pengunjuk rasa tersebut juga menyuarakan kemarahan mereka atas ucapan yang dibuat oleh pengusaha yang mendadak jadi politisi yang mencemooh ibukota Belgia sebagai “lubang neraka” yang hancur oleh imigrasi. (Baca: AS Obok-Obok Saudi! Ideologi Wahabi Akan Hancurkan Kerajaan Arab Saudi)

“Dia menyebut Brussels sebagai neraka dan dia datang ke sini seperti seorang penakluk,” kata seorang pemrotes. Protes hari Rabu berjalan di bawah kontrol keamanan ketat dan dilalui dengan damai.

Presiden AS bertemu Raja Belgia  Philippe dan Queen Mathilde, kemudian mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Charles Michel.

Dia bertemu dengan para kepala lembaga Uni Eropa di Brussels menjelang pertemuan puncak NATO, yang akan dibuka di kantor pusat di kota tersebut pada sore hari.

Selama kampanye pemilihannya akhir tahun lalu, Trump secara kasar mengkritik NATO, yang menggambarkan aliansi militer Barat beranggotakan 28 orang sebagai “usang.”

Dia telah merendahkan efektivitasnya dalam perang melawan terorisme dan mengeluh bahwa anggota lain tidak memberikan kontribusi yang cukup terhadap anggaran NATO. Trump kemudian membalikkan posisinya setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Gedung Putih pada bulan April. (Baca: Gorbachev: NATO Bicara Pertahanan, Tapi Persiapkan Serang dan Hancurkan Rusia)

Berdasarkan kesepakatan 2014, setiap anggota NATO harus menyisihkan dua persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) mereka untuk keperluan militer. Namun, hanya AS, Inggris, Estonia, Yunani dan Polandia yang sejauh ini mampu memenuhi target.

Berbicara kepada media sebelum KTT tersebut, Stoltenberg mengatakan bahwa aliansi militer Barat akan bergabung dengan koalisi pimpinan AS yang konon melawan teroris ISIS di Irak dan Suriah.

Dia juga mengatakan bahwa NATO akan memperluas peran pesawat pengawas AWACS-nya dalam mendukung apa yang disebut sebagai operasi anti-ISIS dan meningkatkan program pelatihannya di Irak. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: