Fokus

#ReuniAkbar212, Makar HTI, Hingga Rudal Yaman Sikat Reaktor Nuklir di Abu Dhabi

Senin, 04 Desember 2017 – 09.43 Wib, 

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – #ReuniAkbar212, Makar HTI dan serangan rudal houthi ke reaktor nuklir UEA di Abu Dhabi menghiasi pemberitaan di tanah air dan internasional.

Dosen Unpad Sebut Jumlah Reuni Akbar 212 di Monas Tak Lebih dari 35-40 Ribu Orang

“Jadi kalau (jumlah massa Reuni Alumni 212-red) diklaim sampai 7,5 juta ya menurut saya berlebihan lah,” sambung Muradi.

Muradi menjelaskan, dirinya juga hadir di lokasi Reuni Alumni 212. Menurut dia, estimasi jumlah massa yang dimiliki polisi soal jumlah massa yang hadir juga sama dengan hitung-hitungannya, yakni sekitar 35 ribu-40 ribu orang.

Muradi menekankan, tidak mungkin jumlah massa yang hadir pada Reuni Alumni 212 lebih dari 7,5 juta orang. Dia juga menyatakan jumlah massa kali ini tidak lebih banyak dari Aksi 212 pada 2016 lalu.

“Jadi ini supaya publik mendapatkan berita yang pas terkait dengan acara itu. Saya juga di lapangan. Jadi meluruskan saja supaya tidak terjadi distorsi informasi,” sambungnya.

Reuni Akbar 212 di Monas, Tampak Bendera HTI di atas Merah Putih

Namun yang aneh, tampak sekali bahwa lebih banyak bendera HTI yang mendominasi acara ini, bahkan yang lebih parah, bendera HTI di atas bendera Merah putih. Apakah ini bentuk kalau bendera HTI lebih mulia daripada Merah Putih? Beda saat acara NU, Banser atau Ansor, bendera Merah Putih diatas bendera NU. Ini juga bisa diartikan bahwa khilafah harus berdiri di atas Indonesia. Padahal ormas HTI ini sudah dilarang oleh pemerintah.

Bendera Ormas Terlarang HTI Berkibar di Reuni 212

Ormas yang dilarang oleh pemerintah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) rupanya juga turut menjadi peserta dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 yang digelar di Lapangan Monas pada Sabtu (2/12).

Hal itu dilihat dari pelbagai bendera yang dibawa oleh sebagian peserta dalam acara yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB tersebut. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia, banyak peserta yang membawa bendera organisasi yang dilarang oleh pemerintah tersebut.

HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI

Menurut NU Ormas tak berasaskan pancasila dan ingin mengganti NKRI menjadi khilafah, layak di bubarkan. Saat ini makin marak ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui Pancasila karena menganggap Pancasila tidat tegas dalam menyikapi masalah yang bermunculan. NU Minta Ormas yang Sebarkan Khilafah Dibubarkan

Seharusnya HTI, ISIS, dan Wahabi ini harus segera disikapi serius oleh pemerintah, Gus Solah pun angkat bicara masalah HTI ini, beliau menyesalkan gerakan dakwah Islam itu menuntut pendirian negara Islam. Menurut dia, hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila.

“Saya ingin melihat, sejauh mana mereka buat khilafah Islamiyah. Enggak mungkin juga (terbentuk). Nanti yang jadi khalifahnya, siapa? Pancasila sudah baik,” ujar dia. Gus Sholah; HTI Itu Siapa?

NU Minta Ormas yang Sebarkan Khilafah Dibubarkan

Mereka menyatakan bahwa ormas yang tidak berdasarkan Pancasila dan menginginkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diganti khilafah, layak dibubarkan. Alasannya, ormas ini tidak berdasarkan Undang-undang yang berlaku di Indonesia.
“Ormas tak berasaskan pancasila dan ingin mengganti NKRI menjadi khilafah, layak di bubarkan. Saat ini makin marak ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui Pancasila karena menganggap Pancasila tidat tegas dalam menyikapi masalah yang bermunculan,” ujar Saefudin.

Ustad Abu Janda: HTI Dihajar Ansor Sel Teroris ISIS Bangkit

Tokoh medsos Ustad Abu Janda Al Boliwudi dalam akun fanpage facebooknya menulis tentang bangkitnya sel teroris ISIS, berikut tulisannya:

Penolakan Aktivis Khilafah oleh GP Ansor kota Bangil telah berhasil membuat sel sel tidur ISIS se-Indonesia menggeliat bangun.

Ancaman Houthi Terbukti, Rudal Cruise Yaman Hajar Reaktor Nuklir Emirat

Akhirnya ancaman Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Abdul Malik al-Houthi yang diucapkannya pada bulan september 2017 terbukti, saat itu Houthi mengatakan bahwa negara tetangganya yaitu Uni Emirat Arab (UEA), saat ini Emirat bukan lagi negara yang aman karena rudal yang diproduksi oleh Yaman sekarang dapat ditembakkan ke titik manapun di wilayahnya atau dengan kata lain “Tak ada celah bagi Abu Dhabi dari Rudal Yaman”. Hal ini sebuah pesan ancamam serius dari Houthi. Menghadapi para pendukungnya melalui pidato di televisi dari ibukota Yaman Sana’a, pada hari Kamis (14/10/2017) malam, Houthi mengatakan bahwa rudal Ansarullah mampu mencapai Abu Dhabi dan tempat lain di UAE.

Pasukan Unit Rudal Yaman mengumumkan pada Minggu (03/12) bahwa pihaknya telah meluncurkan sebuah rudal ke Reaktor Nuklir milik Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Reporter Yaman, Hussein Al-Bukhaiti melaporkan beberapa waktu lalu bahwa rudal yang diluncurkan adalah rudal tipe Cruise dan diluncurkan ke reaktor nuklir Barakah milik Uni Emirat Arab yang rencananya akan mulai dioperasikan berturut-turut antara tahun 2018-2010. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: