Fokus

Rest In Peace HTI

Senin, 08 Mei 2017 – 17.02 Wib,

SALAFYNEWS.COM JAKARTA – Tokoh media sosial Ahmad Zainul Muttaqin menulis tentang surat perpisahan untuk HTI, berikut tulisannya:

Assalamualaikum HTI, apa kabar?

Selamat jalan ya, sedih rasanya mendengar hari ini resmi dikau dibubarkan. Walau dirimu disini masih “baik-baik saja” dalam artian belum pernah angkat senjata dan hanya sibuk kaderisasi di kampus-kampus PTN seraya menyajikan aksi polusi suara di jalan-jalan, tapi rasanya cukup sedih mendengar nasibmu hari ini. (Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: Inilah Cara Efektif Tumpas HTI)

HTI, apa kabarnya Felix Siauw? Semoga sehat wal ‘afiat dan tidak mengalami kerontokan rambut setelah mendengar pembubaran kelompoknya. Oh ya, itu bukan karena saya lho, tapi itu dari pemerintah, malahan saya kemarin sempat mengkritisi pembubaran ini jika hanya sekadar melarang merk dagang bernama Hizbut Tahrir.

HTI, saya masih ingat entah 3 atau 4 tahun lalu dulu kita sempat berkelahi soal konflik Suriah, mata saya sering sakit dan dikucek-kucek begitu mampir di website kalian yang sering berkata Rezim Assad disokong Amerika bahkan ada di satu berita kalian menulis Erdogan meminta para “mujahidin” untuk menerima Assad. Sampai-sampai saat itu saya berkesimpulan bahwa kalian ini adalah para alien dari planet Namec yang kadar keilmuannya melebihi ilmu manusia bumi. Dulu di page Berita Harian Suriah saya juga sempat memposting dua tulisan berjudul “HTI: Gagal Paham Suriah” karya bu Doktor Dina Sulaeman untuk menetralisir masyarakat dari kebodohan kalian. (Baca: HTI PEMBERONTAK?)

HTI, walaupun kalian disini baru sebagai zombie belum berevolusi menjadi Nemesis seperti di Suriah, ya pemerintah kami jaga-jaga saja. Bagaimana tidak? Bukankah pada November 2012 tokoh kalian Arief B Iskandar menyatakan bahwa selama bughot “jihad” di Suriah, tidak kurang dari 3000 syabab HT telah tewas. Itu 2012 lho, entah sudah berapa ribu kader kalian yang modar di tahun 2017 ini. Lalu pada 2013, Juru Bicara kalian Ismail Yusanto mengakui Hizbut Tahrir pernah mengikuti sumpah setia dengan banyak kelompok “mujahidin” yang ada di Suriah, termasuk dengan Jabhat Nushrah. WTF! Al Nusra yang dulu nangkring di Golan dan sering mendapat perawatan medis dari militer Israel itu (diakui sendiri oleh media-media Israel).

Ya, akhirnya kami menyadari bahwa kalian tak selamanya hanya menjadi bayi imut yang sering berak sembarangan, tapi kelak juga bisa menjadi anak nakal bahkan teroris terkenal macam tokoh ISIS asal Indonesia di Suriah Bahrun Naim yang ternyata adalah alumni kalian, walaupun belakangan (katanya) dipecat karena beda agenda.

Akhirul kalam, saya hanya ingin menyampaikan selamat jalan untuk kalian. Semoga diterima disisinya. RIP (Rest in Pieces) ya. (Baca: Zainul Muttaqin Semprot HTI, Tak Punya Khalifah Kok Mau Dirikan Negara Khilafah)

Dan untuk koh Felix, tetap semangat! Jangan patah arang walau sekarang udah ga jadi sales Khilafah lagi, kamu lebih pantas jadi konsultan rumah tangga, ustadz cinta, atau pengarang Novel galau yang ga kalah dari Jonru dan Tere Liye. Wassalamualaikum… Adios Muchachos! Ttd, Zain. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Zainul Muttaqin

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Nadirsyah Hosen: Memproteksi NKRI dari Penyelundup Demokrasi “HTI” | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: